RADARCIREBON.TV – Di era digital seperti sekarang, informasi mengalir deras tanpa henti dari berbagai platform media sosial. Setiap hari, kita dibombardir dengan berita viral, kabar buruk, opini yang memecah belah, hingga konten-konten yang memicu kecemasan. Fenomena ini bahkan memiliki nama sendiri: doomscrolling—kebiasaan menggulir tanpa henti membaca berita negatif meskipun membuat perasaan semakin cemas dan tertekan.
Data dari We Are Social tahun 2026 menunjukkan bahwa rata-rata pengguna internet di Indonesia menghabiskan hampir 3,5 jam per hari di media sosial. Tanpa disadari, kebiasaan ini bisa mengganggu kesehatan mental, menurunkan produktivitas, dan membuat kita kehilangan kendali atas emosi. Namun, ada kabar baik: Anda bisa belajar mengelola kecemasan akibat informasi viral dengan langkah-langkah sederhana yang efektif. Berikut panduan praktis untuk menjaga kesehatan mental di tengah banjir informasi.
Mengapa Informasi Viral Bisa Memicu Kecemasan?
Sebelum membahas solusi, penting untuk memahami mengapa media sosial bisa membuat kita cemas. Para ahli psikologi menjelaskan bahwa otak manusia dirancang untuk merespons ancaman. Ketika kita melihat konten negatif atau mengkhawatirkan—baik itu berita kriminal, bencana, atau konflik—otak memicu respons “lawan atau lari” (fight or flight) meskipun kita hanya duduk diam di depan layar.
Baca Juga:Prediksi Skor Argentina vs Mesir 2026: Siapa Lolos ke Perempat Final Piala Dunia?Prediksi Skor Argentina vs Mesir 2026: Siapa Lolos ke Perempat Final Piala Dunia?
Selain itu, algoritma media sosial cenderung menampilkan konten yang memicu emosi kuat—termasuk emosi negatif—karena konten semacam itu lebih banyak mendapatkan interaksi. Akibatnya, kita terus menerus terpapar informasi yang membuat stres, dan siklus ini berulang setiap kali kita membuka ponsel.
Langkah-Langkah Mengatasi Kecemasan Akibat Media Sosial
1. Tetapkan Batasan Waktu dan Notifikasi
Langkah paling sederhana namun paling efektif adalah mengurangi durasi akses media sosial. Coba atur batasan waktu harian menggunakan fitur digital wellbeing di Android atau screen time di iOS. Mulailah dengan mengurangi 15 menit per hari dari kebiasaan Anda saat ini.
Selain itu, matikan notifikasi dari aplikasi media sosial kecuali untuk pesan penting. Notifikasi dirancang untuk menarik perhatian Anda, dan setiap kali ponsel bergetar, otak melepaskan dopamin yang membuat Anda ingin segera membuka aplikasi. Dengan mematikan notifikasi, Anda mengambil kendali kapan ingin mengakses media sosial, bukan sebaliknya.
