4. Memberikan Tambahan Energi
Baik dark chocolate maupun milk chocolate sama-sama mengandung sedikit kafein dan karbohidrat.
Kafein dapat membantu meningkatkan energi, sementara karbohidrat menjadi sumber energi utama bagi tubuh sehingga membuat seseorang terasa lebih bersemangat dalam beraktivitas.
Namun, orang yang sensitif terhadap kafein sebaiknya tidak mengonsumsi cokelat secara berlebihan karena dapat memicu jantung berdebar, rasa gelisah, hingga gangguan tidur.
Baca Juga:International Kissing Day: Kenali Arti Ciuman di Kening, Pipi, dan Bagian Tubuh LainBolehkan Ibu Hamil Makan Cokelat? Ketahui Beberapa Kandungannya
5. Membantu Memperbaiki Suasana Hati
Tidak sedikit orang memilih makan cokelat saat sedang stres atau merasa sedih.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dark chocolate memang berpotensi membantu memperbaiki suasana hati dan mengurangi stres. Manfaat tersebut diduga berasal dari kombinasi kandungan flavonoid, efek prebiotik yang mendukung kesehatan usus, serta sensasi menyenangkan ketika menikmati cokelat.
Meski demikian, para peneliti masih memerlukan penelitian lanjutan untuk memastikan mekanisme tersebut secara lebih mendalam.
Risiko Makan Cokelat Setiap Hari
Meski menawarkan sejumlah manfaat, konsumsi cokelat setiap hari juga dapat menimbulkan dampak tertentu apabila dilakukan secara berlebihan atau memilih jenis cokelat dengan kandungan gula dan lemak yang tinggi.
1. Meningkatkan Kolesterol
Milk chocolate dan white chocolate umumnya mengandung gula serta lemak jenuh lebih tinggi dibandingkan dark chocolate.
Jika dikonsumsi secara berlebihan, kandungan tersebut dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung.
2. Menyebabkan Berat Badan Bertambah
Cokelat termasuk makanan yang memiliki kandungan kalori cukup tinggi.
Baca Juga:Payudara Nyeri saat Olahraga? Kenali Penyebab dan Cara MengatasinyaFakta di Balik PHK Massal Tokopedia, GoTo Berikan Penjelasan Resmi
Apabila dikonsumsi tanpa memperhatikan kebutuhan kalori harian, kebiasaan ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Kandungan gula yang tinggi juga dapat membuat rasa lapar datang lebih cepat sehingga seseorang cenderung makan lebih banyak.
3. Berpotensi Memicu Gangguan Pencernaan
Pada sebagian orang, khususnya yang mengalami intoleransi laktosa atau sindrom iritasi usus (IBS), milk chocolate dapat memicu keluhan seperti:
- Perut kembung
- Diare
- Nyeri perut
- Produksi gas berlebih
Selain itu, kandungan kafein pada cokelat juga dapat mempercepat gerakan usus sehingga membuat sebagian orang lebih sering buang air besar.
4. Berisiko Memicu Batu Ginjal dan Migrain
Cokelat mengandung oksalat yang pada orang tertentu dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.
