Viral Kontroversi Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Apakah Pertandingan Argentina vs Mesir Diulang?

Piala Dunia
Pemain Argentina Lionel Messi berebut bola dengan pemain Mesir Ramy Rabia selama pertandingan (AP Photo/Erik S. Lesser)
0 Komentar

Mesir menilai gol ini tidak sah karena berawal dari pembiaran pelanggaran terhadap Salah, tetapi tidak ada intervensi VAR agar wasit meninjau ulang kejadian tersebut. Belakangan, usai laga, pelatih Mesir, Hossam Hassan mengeluarkan pernyataan keras bahwa ada kecenderungan wasit untuk menjaga Argentina tetap bertahan di Piala Dunia 2026.

Terkait gol pertama Ziko yang dianulir wasit Letexier, jika mengacu aturan IFAB terkait fouls and misconduct, tindakan menginjak kaki lawan (dalam hal ini Attia terhadap Lisandro Martinez) memang dapat dikategorikan sebagai pelanggaran. Berdasarkan Pasal 12.1, setiap kontak fisik dalam perebutan bola yang dinilai kurang berhati-hati atau abai akan kewaspadaan, sah untuk dinyatakan sebagai pelanggaran.

Jika ditarik ke dalam Protokol VAR bagian Reviewable Decisions untuk kategori Goal/No Goal, wasit berkewajiban meninjau ulang jika ada indikasi pelanggaran oleh tim penyerang (dalam kasus ini, Mesir) dalam proses membangun serangan (build-up).

Baca Juga:Hyundai Inoiq 3 Siap Debut di GIIAS 2026, Yuk Intip Bocoran Spesifikasinya!Prediksi Pertandingan Spanyol vs Belgia Piala Dunia 2026: Jaga Rekor Nirbobol demi Tiket Semifinal

Karena Marwan Attia merebut bola lewat kontak fisik tersebut dan tim Mesir terus menguasai bola hingga Ziko mencetak gol, secara tertulis wasit memiliki wewenang penuh untuk mengubah keputusan. Wasit juga punya hak untuk membatalkan gol tersebut karena dinilai lahir dari proses yang tidak sah.

Soal kontroversi yang terjadi di laga kontra Argentina, Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) sudah resmi mengajukan sikap mereka pada Rabu (8/7) sore waktu Indonesia. Mereka menyebut siap “mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mempertahankan keadilan dan kompetisi yang adil”.

“Asosiasi Sepak Bola Mesir menyatakan kembali komitmennya terhadap hak-hak tim nasional dan semangatnya untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mempertahankan keadilan dan kompetisi yang adil. Walaupun perjalanan tim di turnamen telah berakhir, kebanggaan dari apa yang telah dicapai oleh pemain-pemainnya akan tetap ada, setelah mereka menunjukkan komitmen dan semangat perjuangan yang memperoleh hormat dari semua orang, dan mempersembahkan gambaran yang terhormat dari sepak bola Mesir,” tulis EFA di salah satu unggahan mereka di Instagram.

Sementara itu, dalam unggahan versi bahasa Inggris, EFA menyatakan, “tidak dapat tetap diam mengenai keputusan pengadil yang terjadi selama pertandingan melawan Argentina serta kegagalan untuk menggunakan sistem Pengadil Asisten Video (VAR) dengan baik. Beberapa insiden penting telah menimbulkan kekhawatiran dan pertanyaan mendalam tentang konsistensi dan keadilan dalam keputusan yang secara langsung mempengaruhi perkembangan permainan.”

0 Komentar