RADARCIREBON.TV- Hyundai Motors Indonesia berencana untuk memperkenalkan produk terbaru mereka, Hyundai Ioniq 3, di GIIAS 2026. Perusahaan mengambil langkah strategis untuk menyediakan masyarakat kota dengan kendaraan yang lebih ringkas dan ramah lingkungan, dan kehadiran mobil ini di Indonesia adalah bukti dari langkah ini.
Meskipun masih dalam tahap perkenalan untuk melihat respons pasar, hatchback ini sudah mencuri perhatian secara global sejak peluncuran perdananya. Mobil ini menawarkan kombinasi antara efisiensi energi dan teknologi canggih yang dikemas dalam dimensi yang lebih mungil dibandingkan saudaranya, Ioniq 5 dan Ioniq 6.
1. Desain aero hatch dan rencana kehadiran di tanah air
Mobil ini mengusung bahasa desain baru yang disebut aero hatch dengan siluet ramping dan bagian depan yang rendah guna memaksimalkan efisiensi aerodinamika. Identitas visualnya dipertegas dengan penggunaan lampu piksel khas keluarga Ioniq serta konsep art of steel yang memberikan kesan kuat dan presisi pada setiap lekukan bodi. Struktur atap yang lurus tidak hanya memberikan tampilan futuristik, tetapi juga dirancang untuk menciptakan ruang kepala yang lega bagi penumpang di baris belakang.
Baca Juga:Prediksi Pertandingan Spanyol vs Belgia Piala Dunia 2026: Jaga Rekor Nirbobol demi Tiket SemifinalSiaran Langsung AVC Boys U18 2026: Tayang di TV Apa dan Link Streaming? Cek Hak Siarnya
Rencana peluncuran resmi di pasar Indonesia masih menunggu hasil studi pasar yang dilakukan selama ajang GIIAS 2026 berlangsung. Pihak Hyundai menyatakan bahwa keikutsertaan unit ini adalah untuk melihat animo masyarakat terhadap kendaraan listrik jenis hatchback ringkas. Jika mendapatkan sambutan yang positif, maka kemungkinan besar unit ini akan segera dipasarkan sebagai pelengkap ekosistem kendaraan listrik Hyundai di tanah air.
2. Performa baterai E-GMP dan daya jelajah yang impresif
Secara teknis, mobil ini dibangun menggunakan platform Electric-Global Modular Platform atau E-GMP dengan arsitektur kelistrikan 400 volt. Tersedia dua pilihan kapasitas baterai yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas, yakni varian 42,2 kWh dan varian 61 kWh. Mesin listrik yang digunakannya mampu menghasilkan tenaga sebesar 145 TK dengan torsi puncak mencapai 250 Nm, yang sanggup membawa kendaraan melaju hingga kecepatan maksimal 170 kilometer per jam.
Daya jelajah menjadi keunggulan utama dengan jarak tempuh hingga 344 kilometer untuk varian standar dan mencapai 497 kilometer untuk varian jarak jauh berdasarkan pengujian WLTP. Kemampuan pengisian daya juga sangat cepat, di mana pengisian arus DC dari 10 persen hingga 80 persen hanya membutuhkan waktu sekitar 29 menit saja. Dukungan pengisian arus AC hingga 22 kW memastikan proses pengisian daya di rumah tetap efisien dan praktis bagi setiap penggunanya.
