Infantino juga mendorong perubahan pada Piala Dunia Antarklub. Turnamen yang sebelumnya hanya diikuti segelintir klub diperluas jadi 32 peserta mulai 2025. FIFA menilai format baru itu memberi kans lebih besar bagi klub lintas konfederasi untuk bersaing di panggung dunia.
Di sektor sepak bola putri, FIFA menambah hadiah Piala Dunia Wanita dan memperluas program pengembangan di berbagai negara. Organisasi tersebut juga mengalokasikan dana miliaran dollar AS melalui program FIFA Forward untuk membangun infrastruktur sepak bola, kursus pelatih, pengembangan wasit, serta pembinaan usia muda.
Kendati demikian, kepemimpinan Infantino tak lepas dari kritik. Ia dinilai terlalu dekat dengan sejumlah pemimpin politik dunia, termasuk Presiden AS Donald Trump. Selain itu, kenaikan harga tiket berbagai turnamen FIFA dianggap bikin pertandingan semakin sulit dijangkau oleh suporter umum.
Baca Juga:Prediksi Inggris vs Argentina Semifinal Piala Dunia 2026 Live TVRI: Siapakah yang Melaju ke Final?Jadwal Voli AVC Boys U18 2026 Hari Ini 13 Juli: Ada Pertandingan Indonesia vs Chinese Taipei, Main Jam Berapa?
Format baru Piala Dunia Antarklub juga tak luput dari kritik karena dinilai membuat kalender pertandingan makin padat, sehingga memberatkan beban fisik pemain.
Apakah Gianni Infantino Fan Argentina & Lionel Messi?
Kontroversi terbaru terjadi pada Piala Dunia 2026. Seusai laga Argentina vs Cape Verde, Infantino mengatakan dia ikut “menderita” saat menyaksikan laga tersebut, sebelum menegaskan bahwa dirinya tetap netral. Potongan video itu kemudian viral dan memicu tudingan bahwa Presiden FIFA bersimpati kepada juara bertahan.
Spekulasi kian ramai karena beberapa laga Argentina di Piala Dunia 2026 juga diwarnai kontroversi keputusan wasit dan VAR. Di babak 16 besar, saat La Albiceleste mengalahkan Mesir dengan skor 3-2, langkah wasit Letexier yang menganulir gol Mostafa Ziko, ramai diperbincangkan netizen. Sesaat setelah laga tersebut, dalam partai Swiss kontra Kolombia, Infantino membentangkan bendera Mesir.
Sejumlah warganet menghubungkan ucapan dan sikap Infantino itu, lalu mempertanyakan independensi Presiden FIFA. Namun, sampai kini tidak ada bukti yang menunjukkan Gianni Infantino fan Timnas Argentina atau pendukung Lionel Messi. Tudingan itu masih sebatas spekulasi publik.
Sebagai Presiden FIFA, Infantino berkewajiban menjaga netralitas terhadap seluruh negara peserta dan pemain. Adapun FIFA juga tidak pernah menyatakan bahwa ada perlakuan khusus terhadap sang juara bertahan.
