RADARCIREBON.TV- Gianni Infantino tengah disorot setelah berbagai kejadian sepanjang Piala Dunia 2026. Apakah sang presiden FIFA adalah penggemar Lionel Messi dan pendukung Argentina? Apa saja kontroversi yang menyelimuti Infantino dalam 10 tahun menjadi orang nomor satu FIFA?
Infantino mengaku “menderita” saat menonton pertandingan babak 32 besar Argentina melawan Cape Verde dalam sebuah video wawancara. Di pertandingan tersebut, La Albiceleste harus berjuang hingga perpanjangan waktu sebelum menang dengan skor 3-2.
Beralih ke 16 besar, ada kejadian ketika gol Mostafa Ziko dianulir saat Mesir kalah 3-2 lawan Argentina. Tidak sedikit netizen yang mempertanyakan alasan pembatalan gol tersebut oleh wasit Letexier asal Prancis. Hanya dalam hitungan jam, Infantino muncul di laga Swiss kontra Kolombia yang berlangsung di Vancouver, Kanada. Sang presiden FIFA tampak membentangkan bendera Mesir.
Baca Juga:Prediksi Inggris vs Argentina Semifinal Piala Dunia 2026 Live TVRI: Siapakah yang Melaju ke Final?Jadwal Voli AVC Boys U18 2026 Hari Ini 13 Juli: Ada Pertandingan Indonesia vs Chinese Taipei, Main Jam Berapa?
Kejadian demi kejadian terkait Infantino sepanjang Piala Dunia 2026 membuat mata netizen menyorot pria asal Swiss tersebut. Sejak terpilih sebagai Presiden FIFA pada 2016 menggantikan Sepp Blatter, pria asal Swiss itu punya deretan langkah yang jadi catatan tersendiri dalam satu dasawarsa memimpin badan sepak bola tersebut.
Profil Gianni Infantino Presiden FIFA & Jejak Kontroversi
Gianni Vincenzo Infantino merupakan putra pasangan keturunan Italia yang lahir di Brig, Swiss, pada 23 Maret 1970. Pria berkepala gundul itu lulusan hukum Universitas Fribourg. Dia juga dikenal menguasai sejumlah bahasa, termasuk Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, dan Portugis.
Sebelum bergabung dengan FIFA, Infantino berkarier di UEFA. Ia masuk organisasi sepak bola Eropa itu sejak tahun 2000, lalu mulai menjabat sebagai Sekretaris Jenderal UEFA pada 2009. Selama di UEFA, Infantino terlibat dalam pengelolaan Liga Champions, Piala Eropa, sampai penyusunan berbagai regulasi kompetisi antarklub.
Kariernya memasuki babak baru setelah FIFA diguncang skandal korupsi. Sejumlah pejabat organisasi ditangkap terkait kasus suap, sementara Presiden FIFA saat itu, Sepp Blatter, akhirnya lengser dari jabatan. Dalam Kongres FIFA pada Februari 2016, Infantino terpilih sebagai Presiden FIFA dengan janji reformasi tata kelola FIFA.
Selama hampir satu dekade memimpin, Infantino memang meluncurkan sejumlah reformasi. Kebijakan paling menonjol yakni memperluas jumlah peserta Piala Dunia dari 32 menjadi 48 negara mulai 2026. Perubahan itu membuka peluang lebih besar bagi negara-negara semenjana, seperti Cape Verde, Curacao, Haiti, dan Uzbekistan.
