RADARCIREBON.TV- Timnas Inggris kembali membuktikan diri sebagai salah satu calon kuat juara Piala Dunia 2026. Di bawah racikan tangan dingin Thomas Tuchel, langkah The Three Lions hingga babak perempat final menunjukkan kombinasi ciamik antara kualitas pemain bintang, mental bertanding yang tangguh, serta ketenangan luar biasa saat ditekan lawan.
Perjalanan Inggris di turnamen ini sebenarnya sempat naik turun. Mereka membuka fase grup dengan performa menjanjikan lewat kemenangan 4-2 atas Kroasia.
Namun, Harry Kane dan kawan-kawan sempat kehilangan ritme permainan saat ditahan imbang tanpa gol oleh Ghana dan hanya menang tipis saat bersua RD Kongo.
Baca Juga:Jangan Asal Beli! 5 Tips Penting Memilih Mobil Bekas Berkualitas agar Tak Boncos Biaya Servis4 City Car Murah Terbaik 2026, Harga Mulai Rp170 Jutaan, Irit BBM dan Cocok untuk Mobil Pertama
Mental juara Inggris baru benar-benar teruji saat memasuki fase gugur yang krusial. Mereka sukses mendepak Meksiko dengan skor ketat 3-2, sebelum akhirnya menyudahi perlawanan sengit Norwegia 2-1 untuk mengamankan tiket ke semifinal.
Hasil-hasil dramatis ini memperlihatkan karakter asli skuad Inggris yang tidak gampang menyerah.
Tuchel dinilai sukses meramu materi pemain bintang menjadi kesatuan tim yang solid, meski beberapa keputusan pemilihan skuadnya sempat memicu kontroversi sebelum turnamen dimulai.
Di lapangan, Jude Bellingham tampil luar biasa sebagai motor serangan di lini tengah. Ia disokong oleh duet Declan Rice dan Elliot Anderson yang memberikan keseimbangan di sektor jangkar.
Untuk urusan mencetak gol, Harry Kane masih menjadi tumpuan utama. Sementara di lini belakang, pujian patut diberikan kepada Marc Guehi yang sukses mematikan pergerakan striker ganas Norwegia, Erling Haaland, di laga perempat final.
Ketangguhan mental anak asuhnya ini bahkan membuat Thomas Tuchel angkat topi. “Ini murni soal mentalitas.
Saking hebatnya, mentalitas ini rasanya bisa Anda masukkan ke dalam botol lalu dijual,” puji Tuchel seusai laga kontra Norwegia.
Baca Juga:Persija Jakarta Datangkan Denis Kolinger dari Kroasia, Ryo Matsumura Tinggalkan Macan KemayoranTransfer Joao Gomes Berubah Drastis! Atletico Madrid Mundur, Manchester United Ambil Alih
Pekerjaan Rumah yang Belum Selesai
Meski melaju ke semifinal, Inggris bukannya tanpa cela. Tuchel sendiri mengakui bahwa timnya agak dinaungi Dewi Fortuna saat mengalahkan Norwegia karena masih sering melakukan kesalahan sendiri.
Masalah terbesar Inggris saat ini ada di sektor bek sayap dan penyerang sayap. Krisis di posisi bek kanan memaksa Ezri Konsa bermain melebar, sebuah opsi darurat yang belum sepenuhnya meyakinkan untuk laga sekelas semifinal.
