Veda Ega Beberkan Kelemahan Motor Honda di Moto3 2026

Veda Ega Pratama
Veda Ega Pratama Foto: @veda_54
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama tampil cukup impresif di paruh pertama musim Moto3 2026. Meski masih berstatus rookie, pembalap Honda Team Asia itu sudah mengoleksi 90 poin dan menempati peringkat keenam klasemen sementara setelah finis kedelapan di GP Jerman.

Veda Ega dua kali meraih podium ketiga di GP Brasil dan GP Prancis musim ini. Dari 11 balapan yang dijalani, pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu hanya dua kali gagal finis dan enam kali finis di posisi 10 besar. Prestasi ini menjadikannya satu-satunya pembalap Honda yang berada di posisi 10 besar klasemen Moto3 2026.

Di tengah performa apiknya, Veda Ega mengungkap satu aspek yang harus ditingkatkan dari motor Honda NSF250RW tunggangannya. Banyak netizen Indonesia menilai motor Honda kurang kompetitif dibandingkan KTM di kelas Moto3.

Baca Juga:Klasemen Moto3 2026 Jelang GP Inggris: Veda Ega di P6, Jarak Tipis dari Lima BesarPerjalanan Veda Ega Pratama di Moto3 2026: Dari Rookie ke Pencetak Sejarah Indonesia

Kelebihan dan Kekurangan Honda NSF250RW

Menurut Veda Ega, motor Honda dan KTM memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Beberapa sirkuit KTM lebih unggul, sementara di beberapa sirkuit lainnya Honda lebih dominan.

“Di high-speed corner itu Honda menang,” ujar Veda Ega. Namun, ia mengakui ada satu area yang masih perlu ditingkatkan. “Di tikungan-tikungan kecil itu memang masih bisa ditingkatin lagi.”

Meski begitu, Veda menegaskan kekurangan motor Honda tidak terlalu signifikan. “Terus enggak yang kurang banget gitu, jadi plus-minus,” katanya.

Data top speed GP Jerman di Sirkuit Sachsenring membuktikan performa kompetitif Honda. Veda Ega mencatatkan kecepatan puncak 216,4 km/jam, mengungguli seluruh rival sepanjang akhir pekan balapan. Enam pembalap di bawahnya hanya terpaut 0,4 km/jam.

Area Peningkatan untuk Paruh Kedua Musim

Veda Ega mengungkap bahwa Honda NSF250RW memiliki desain body yang lebih aerodinamis, memberikan keunggulan di sirkuit dengan tikungan berkecepatan tinggi. Namun, untuk tikungan-tikungan kecil dan sempit, motor Honda masih perlu ditingkatkan performanya agar lebih kompetitif.

Dengan paruh kedua musim yang akan segera dimulai, perbaikan pada area ini bisa menjadi kunci bagi Veda Ega untuk terus bersaing di papan atas. Saat ini, pembalap kelahiran 23 November 2008 itu berada di posisi kedua dalam perebutan gelar Rookie of the Year Moto3 2026.

0 Komentar