RADARCIREBON.TV- Obrolan seputar mobil listrik mungil Honda Super One mendadak ramai di kalangan pencinta otomotif Tanah Air.
Pemicunya, data Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) yang diduga kuat milik mobil listrik tersebut kedapatan sudah terdaftar dalam dokumen resmi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta.
Munculnya data ini langsung memicu rasa penasaran calon konsumen terkait banderol harga yang akan dipatok untuk pasar Indonesia.
Baca Juga:Jude Bellingham Terancam Sanksi FIFA Usai Diduga Pukul Kepala Pemain Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026Resmi! Elkan Baggott Tinggalkan Ipswich Town, Gabung Millwall dengan Status Transfer Permanen
Meski PT Honda Prospect Motor (HPM) belum membuka suara, bocornya data NJKB ini menjadi sinyal kuat bahwa mobil listrik ini sedang bersiap untuk mengaspal di tanah air dalam waktu dekat.
NJKB Bocor Rp257 Juta, Apakah Jadi Harga Jual?
Dalam lembaran dokumen Bapenda DKI Jakarta, muncul sebuah kode kendaraan JG6 A EV ZZE dengan nilai NJKB sebesar Rp257 juta.
Emblem ‘EV’ pada kode tersebut mengonfirmasi bahwa unit ini merupakan kendaraan listrik berbasis baterai. Banyak pihak meyakini kode misterius ini merujuk pada sosok Honda Super One.
Namun, bagi Anda yang berharap harganya bakal persis Rp257 juta, tampaknya harus sedikit menahan ekspektasi. Angka yang tertera di NJKB bukanlah harga on-the-road (OTR) alias harga resmi yang akan dibayar konsumen di dealer.
NJKB merupakan nilai dasar murni kendaraan yang digunakan pemerintah sebagai patokan untuk menghitung instrumen pajak. Sebelum sampai ke tangan konsumen, angka Rp257 juta ini masih harus ditambah komponen biaya lain, seperti:
- Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
- Biaya distribusi kendaraan ke wilayah Indonesia
- Biaya administrasi kendaraan baru
- Margin keuntungan dealer dan biaya operasional lainnya
Biasanya, harga OTR mobil baru di Indonesia bisa melambung sekitar 20 hingga 35 persen lebih tinggi dari nilai NJKB-nya. Namun, angka pastinya tentu kembali pada kebijakan internal Honda.
Perbandingan Harga dengan Pasar Jepang
Sebagai gambaran, Honda Super One sebenarnya sudah lebih dulu meluncur di negara asalnya, Jepang. Di sana, mobil listrik ini dibanderol dengan harga normal 3,39 juta yen atau sekitar Rp378 jutaan.
Baca Juga:6 Juta Orang Tuntut Argentina Didiskualifikasi dari Piala Dunia 2026, FIFA Dituding Bantu MessiKuda Nil Viral Moo Deng Prediksi Argentina vs Inggris, Akurat atau Meleset?
Namun, berkat adanya subsidi kendaraan listrik dari pemerintah Jepang yang mencapai 1,3 juta yen, konsumen di sana bisa memboyongnya dengan harga lebih murah, yakni sekitar 2,09 juta yen atau setara Rp233 jutaan.
