Perjalanan Veda Ega Pratama di Moto3 2026: Dari Rookie ke Pencetak Sejarah Indonesia

img:@veda_54
Veda Ega Pratama, pembalap muda Indonesia yang mencatat sejarah sebagai pembalap pertama Indonesia yang naik podium di ajang Grand Prix Moto3 2026
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Nama Veda Ega Pratama kini menjadi buah bibir di kancah balap motor dunia. Dalam waktu singkat, pembalap muda asal Gunungkidul, Yogyakarta ini berhasil mencuri perhatian dengan penampilan impresifnya bersama Honda Team Asia di ajang Moto3 2026. Musim ini bukan hanya debutnya di Kejuaraan Dunia, tetapi juga awal dari sejarah baru bagi balap motor Indonesia .

Awal Mula dan Debut Moto3

Perjalanan Veda menuju Moto3 dimulai dari balapan motor di tingkat nasional. Lahir pada 23 November 2008 , bakatnya sudah terlihat sejak usia dini. Ia adalah juara Asia Talent Cup 2023 dan runner-up Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025 . Pencapaian ini membawanya ke panggung dunia bersama Honda Team Asia pada tahun 2026 .

Debutnya di Grand Prix Thailand langsung mencuri perhatian. Veda berhasil lolos ke Q2 dan memulai balapan dari posisi kelima, sebuah hasil kualifikasi yang impresif untuk seorang rookie . Ia bahkan finis di posisi kelima pada balapan pertamanya, yang saat itu menjadi hasil terbaik bagi pembalap Indonesia di kelas Moto3 .

Baca Juga:Klasemen Moto3 2026 Terbaru: Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Enam Usai Moto3 JermanVeda Ega Pratama Tercepat di FP2 Moto3 Jerman 2026, Pembalap Indonesia Tampil Gemilang

Sejarah di Brasil: Podium Pertama bagi Indonesia

Puncak dari perjalanan awalnya terjadi di Grand Prix Brasil, putaran kedua musim 2026. Veda Ega Pratama berhasil mencatatkan sejarah sebagai **pembalap Indonesia pertama yang naik podium di ajang Grand Prix**. Ia finis di posisi ketiga setelah perlombaan yang dramatis .

Saya sangat bangga dengan hasil di Brasil, pencapaian terbesar saya sejauh ini,” ujar Veda saat itu.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh rakyat Indonesia, semua sponsor saya, dan keluarga saya yang menonton dari Indonesia. Saya tidak akan bisa sampai di sini tanpa mereka.”

Konsistensi di Paruh Pertama Musim

Sepanjang musim, Veda menunjukkan konsistensi yang luar biasa untuk seorang rookie. Ia hampir selalu berhasil finis di posisi delapan besar dan mengumpulkan poin . Dua kali ia gagal finis, yaitu di GP Amerika dan GP Belanda, dan sekali finis tanpa poin di GP Hungaria . Sisanya, ia selalu tampil apik. Di GP Prancis, ia finis keempat tetapi naik podium setelah diskualifikasi pembalap lain . Posisinya di klasemen sementara bahkan meningkat ke posisi keenam setelah GP Jerman, dengan mengoleksi 90 poin .

0 Komentar