Program Naturalisasi PSSI Makin Massif: Luke Vickery Resmi WNI, 13 Pemain Siap Ramaikan Super League

Luke Vickery
Luke Vickery foto: @luke.vickery_
0 Komentar

Selain itu, gelombang naturalisasi selanjutnya disebut melibatkan dua pemain keturunan yang berasal dari Jerman dan Belanda. Meski identitas keduanya belum diumumkan secara resmi, proses penjajakan dikabarkan masih terus berjalan.

Program naturalisasi yang dijalankan PSSI tidak hanya berfokus pada target jangka pendek di Piala AFF 2026, tetapi juga menjadi fondasi untuk mewujudkan ambisi tampil di Piala Dunia 2030. Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menyebutkan bahwa kedua atlet ini diperlukan untuk mencapai target peringkat 50 besar FIFA. Saat ini Indonesia berada di peringkat 118 dunia. Target besar lainnya adalah lolos secara konsisten ke putaran final Piala Dunia dan Piala Asia.

Di sisi lain, fenomena kepulangan pemain naturalisasi ke kompetisi domestik juga semakin marak. Total ada 13 pemain naturalisasi program PSSI yang akan bermain di Super League 2026/2027, meningkat dari musim sebelumnya. Persib Bandung menjadi klub dengan koleksi pemain naturalisasi terbanyak, yaitu Thom Haye, Eliano Reijnders, Dion Markx, Ragnar Oratmangoen, dan Sandy Walsh. Persija Jakarta menyusul dengan empat pemain: Jordi Amat, Mauro Zijlstra, Shayne Pattynama, dan Cyrus Margono. Sementara itu, Dewa United mengandalkan Rafael Struick dan Ivar Jenner, sedangkan Bali United kini memiliki Jens Raven dan Tim Geypens.

Baca Juga:Berapa Harga Tiket Timnas Indonesia Fase Grup Piala AFF 2026? Inilah Rincian dan Cara MembelinyaResmi Jadi WNI! Mitchell Lee Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia, Erick Thohir Beri Pesan Khusus

Media Vietnam, Soha, memberikan perhatian besar terhadap perkembangan Timnas Indonesia dan menyebut langkah PSSI yang terus menaturalisasi pemain keturunan menjadi perhatian serius karena dinilai akan semakin meningkatkan kekuatan skuad Garuda di berbagai turnamen internasional. “Langkah Indonesia ini menimbulkan kekhawatiran bagi tim nasional Vietnam menjelang Piala AFF,” tulis media Vietnam tersebut. Menurut laporan itu, keberhasilan menyelesaikan naturalisasi dua pemain muda tersebut menunjukkan bahwa PSSI masih akan terus berburu talenta keturunan yang berkarier di luar negeri.

Namun, di balik euforia ini, muncul pula kritik dari berbagai pihak. Akmal Marhali menilai naturalisasi pemain bukan solusi bagi masalah sepak bola Indonesia. Menurutnya, PSSI perlu memprioritaskan pembinaan usia muda dan perbaikan kompetisi. Sementara itu, Komisi X DPR RI memberikan catatan kritis agar langkah naturalisasi ini tidak mengesampingkan ekosistem sepak bola domestik dan tidak terkesan sebagai sekadar solusi instan yang terus berulang. Ketua Umum PSSI Erick Thohir sendiri menegaskan bahwa naturalisasi dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kebutuhan strategis, komitmen, dan pembinaan jangka panjang.

0 Komentar