RADARCIREBON.TV – Anak menangis saat ditinggal di sekolah menjadi pengalaman yang cukup sering dialami banyak orang tua, terutama pada hari-hari atau minggu-minggu pertama masuk sekolah. Situasi ini memang bisa membuat ayah dan ibu merasa bimbang, apakah sebaiknya tetap menemani anak lebih lama atau justru segera berpamitan.
Kondisi tersebut sebenarnya merupakan hal yang umum terjadi. Dalam dunia psikologi, keadaan ini dikenal sebagai separation anxiety atau kecemasan berpisah, yaitu rasa cemas yang muncul ketika anak harus berpisah dengan orang tua atau pengasuh utamanya. Meski wajar, orang tua tetap perlu menyikapinya dengan cara yang tepat agar proses adaptasi anak di lingkungan sekolah berjalan lebih lancar.
Mengapa Anak Menangis saat Ditinggal di Sekolah?
Pada masa awal sekolah, anak sedang belajar mengenal lingkungan baru, guru, serta teman-teman yang belum familiar baginya. Perubahan tersebut dapat memunculkan rasa tidak aman sehingga mereka mengekspresikannya melalui tangisan.
Baca Juga:Mendengkur dan Sering Mengantuk di Siang Hari? Kenali Gejala Sleep ApneaIngin Anak Percaya Diri? Terapkan 5 Kebiasaan Baik Ini di Rumah
Karena itu, peran orang tua dan guru sangat penting untuk membantu anak merasa nyaman dan percaya bahwa sekolah adalah tempat yang aman serta menyenangkan.
7 Cara Mengatasi Anak yang Menangis saat Ditinggal di Sekolah
1. Tetap Tenang saat Mengantar Anak
Melihat anak menangis tentu bukan hal yang mudah. Namun, orang tua sebaiknya tetap menunjukkan sikap tenang dan percaya diri.
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), anak sangat peka terhadap emosi orang tuanya. Jika ayah atau ibu tampak cemas, ragu, atau ikut sedih saat berpamitan, anak bisa menangkap sinyal bahwa sekolah adalah tempat yang perlu ditakuti.
Sebaliknya, sikap yang tenang akan membantu anak merasa lebih aman sehingga proses adaptasi berlangsung lebih mudah.
2. Biasakan Rutinitas Berpamitan yang Singkat
Banyak orang tua memilih menunggu hingga anak benar-benar tenang sebelum meninggalkan sekolah. Padahal, cara tersebut justru dapat memperpanjang proses perpisahan.
Buatlah rutinitas berpamitan yang sederhana dan dilakukan secara konsisten setiap hari, misalnya:
- Memeluk anak
- Memberikan ciuman
- Mengucapkan salam atau kalimat penyemangat
- Langsung berpamitan dan pergi
Rutinitas yang sama setiap hari membantu anak memahami bahwa perpisahan merupakan bagian dari kegiatan sekolah dan orang tua akan kembali menjemputnya.
