5.153 Calon Manajer Kampung Nelayan Merah Putih Jalani Pelatihan Hampir 2 Pekan

Ilustrasi Kampung Nelayan Merah Putih
Kampung Nelayan Merah Putih Foto: gemini.ai
0 Komentar

Persiapan Matang Sebelum Pelatihan

Sebelum pelatihan nasional dimulai, BPPSDM KP telah menyiapkan 573 tenaga pelatih melalui rangkaian Training of Trainers (ToT) dan Microteaching yang berlangsung pada 6-10 Juli 2026 di Makassar, Bandung, Surabaya, dan Bogor. Para pelatih yang terdiri dari pegawai KKP dan tenaga profesional ini dibekali penyamaan persepsi terhadap 28 modul pelatihan, sehingga proses pembelajaran di seluruh lokasi berlangsung dengan standar yang sama.

Nyoman Radiarta menegaskan bahwa para pelatih memegang peran strategis sebagai mata rantai pertama dalam membangun kapasitas pengelola KNMP. “Mereka harus dibekali oleh pelatih yang benar-benar memahami substansi, mampu memfasilitasi pembelajaran, dan menginspirasi peserta agar siap menjalankan tugas di lapangan,” jelasnya.

Modul-modul pelatihan yang disusun juga telah melalui proses uji coba dan penyempurnaan agar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Beberapa materi yang diajarkan antara lain manajemen rantai dingin, pengolahan hasil perikanan, pemasaran produk, hingga tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel. Semua materi tersebut dirancang agar dapat langsung diterapkan oleh para manajer di kawasan masing-masing.

Baca Juga:Ribuan Korban Haji Ilegal, DPR Desak Pemerintah Perkuat Sistem Perlindungan JemaahPemerintah Pastikan Pasokan Batu Bara untuk PLN Aman, Target 183 Juta Ton pada 2026

KNMP: Lebih dari Sekadar Infrastruktur

Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang dirancang untuk mentransformasi kawasan pesisir menjadi pusat ekonomi modern. Menurut Nyoman, KNMP bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan dirancang sebagai pusat ekonomi pesisir yang dilengkapi berbagai fasilitas usaha perikanan secara terpadu, mulai dari pabrik es, cold storage, sentra kuliner, bengkel kapal, hingga kios perbekalan.

Oleh karena itu, keberhasilan program tidak hanya diukur dari banyaknya fasilitas yang dibangun, tetapi juga dari kemampuan pengelola dalam menciptakan aktivitas ekonomi yang produktif, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan. “Fasilitas yang baik tidak akan berarti tanpa SDM yang mampu mengelolanya,” tegas Nyoman.

Program KNMP sendiri diharapkan dapat menjadi model pembangunan pesisir yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia. Dengan adanya pengelola yang kompeten dan profesional, kawasan ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil perikanan, memperkuat rantai pasok, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. Pelatihan massal ini menjadi langkah awal yang penting untuk memastikan visi besar tersebut dapat terwujud.

0 Komentar