RADARCIREBON.TV – Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menyoroti besarnya anggaran latihan dasar kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Menurutnya, biaya untuk komponen latihan militer mencapai sekitar Rp30 juta per peserta, sehingga perlu dilakukan evaluasi agar penggunaan anggaran negara lebih efektif.
TB Hasanuddin menjelaskan bahwa total biaya pelatihan selama 45 hari diperkirakan mencapai sekitar Rp45 juta per orang. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp30 juta dialokasikan untuk latihan dasar kemiliteran selama 30 hari, sedangkan Rp15 juta digunakan untuk pembelajaran substansi koperasi selama 15 hari.
Menurutnya, porsi anggaran yang lebih besar untuk kegiatan kemiliteran tidak sejalan dengan kebutuhan kompetensi calon manajer koperasi. Ia menilai pelatihan seharusnya lebih difokuskan pada peningkatan kemampuan manajerial, tata kelola keuangan, pemasaran, hingga pemberdayaan masyarakat yang menjadi tugas utama pengelola koperasi.
Baca Juga:5 Peserta SPPI Kopdes Merah Putih Meninggal, Kemhan Ungkap Kronologi dan Penyebab MedisDemo Hari Ini di Bundaran HI: Massa Teriak Stop MBG dan Kopdes Merah Putih, Tuntut Prabowo Berhenti Mengelak
TB Hasanuddin mengusulkan agar komponen latihan militer dihapus dari skema pelatihan tersebut. Dengan demikian, pemerintah dinilai dapat menghemat sekitar Rp30 juta untuk setiap peserta atau sekitar dua pertiga dari total biaya pelatihan. Jika diterapkan kepada seluruh peserta secara nasional yang mencapai puluhan ribu orang, potensi penghematan anggaran disebut dapat mencapai nilai triliunan rupiah.
Ia juga menekankan bahwa kualitas seorang manajer koperasi tidak ditentukan oleh kemampuan fisik atau latihan kemiliteran, melainkan oleh profesionalisme dalam mengelola organisasi dan mengembangkan usaha. Karena itu, materi pelatihan diharapkan benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan agar menghasilkan pengelola koperasi yang kompeten.
Sorotan terhadap program pelatihan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap pelaksanaan Latsarmil bagi peserta SPPI. Sejumlah pihak mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap desain pelatihan agar lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran, sekaligus tetap mendukung tujuan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih.
Usulan evaluasi terhadap pelatihan calon manajer Kopdes Merah Putih pun memunculkan beragam tanggapan dari berbagai kalangan. Sejumlah pihak menilai peningkatan kapasitas peserta tetap diperlukan, namun materi pelatihan sebaiknya lebih difokuskan pada pengelolaan koperasi, kepemimpinan, kewirausahaan, administrasi, serta pengembangan ekonomi desa.
