RADARCIREBON.TV – Pemerintah menargetkan seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia mulai menyalurkan biodiesel B50 secara nasional pada 1 Oktober 2026. Saat ini, implementasi program pencampuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dengan 50 persen solar tersebut masih terus dipersiapkan.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan sejumlah tahapan teknis telah berjalan, mulai dari uji coba kendaraan, kesiapan infrastruktur distribusi, hingga koordinasi dengan badan usaha penyedia bahan bakar minyak.
Pemerintah Pastikan Persiapan Terus Berjalan
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM menyebut persiapan implementasi B50 menunjukkan perkembangan positif.
Baca Juga:Berapa Harga BBM B50? Simak Tarif Resmi untuk Kendaraan dan IndustriBBM B50 Resmi Meluncur Besok, Berapa Harga Biodiesel Terbaru di Indonesia?
Program ini merupakan kelanjutan dari kebijakan mandatori biodiesel yang sebelumnya telah menerapkan B35 dan kemudian B40 sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor solar sekaligus meningkatkan pemanfaatan minyak sawit dalam negeri.
Menurut pemerintah, berbagai pengujian terhadap kendaraan maupun mesin industri telah dilakukan untuk memastikan penggunaan B50 tetap aman dan tidak mengganggu performa mesin.
Uji Jalan Masih Dilakukan
Sebelum diberlakukan secara nasional, pemerintah bersama produsen otomotif dan badan usaha bahan bakar masih melakukan road test atau uji jalan terhadap berbagai jenis kendaraan.
Pengujian dilakukan pada kendaraan penumpang, kendaraan niaga, alat berat, hingga mesin industri guna memastikan campuran biodiesel 50 persen dapat digunakan secara optimal.
Selain aspek performa mesin, pemerintah juga mengevaluasi konsumsi bahan bakar, emisi gas buang, hingga ketahanan komponen kendaraan selama penggunaan B50.
Seluruh SPBU Ditargetkan Menjual B50
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pemerintah menargetkan seluruh SPBU di Indonesia mulai menyalurkan B50 pada 1 Oktober 2026.
Distribusi akan dilakukan secara bertahap melalui badan usaha penyedia BBM, termasuk Pertamina dan perusahaan lainnya yang telah mendapatkan penugasan pemerintah.
Baca Juga:Prakiraan Cuaca Cirebon Hari Ini 20 Juli 2026, Cerah Berawan hingga Berawan Tebal Tanpa HujanKurs Rupiah Hari Ini 20 Juli 2026 Menguat, Dolar AS Bergerak di Kisaran Rp17.885
Pemerintah juga memastikan kesiapan fasilitas pencampuran (blending) biodiesel di terminal bahan bakar agar pasokan tetap terjaga ketika kebijakan mulai diterapkan secara nasional.
Kurangi Impor Solar dan Dukung Industri Sawit
Penerapan B50 diharapkan mampu memberikan berbagai manfaat bagi perekonomian nasional, di antaranya:
- Mengurangi impor bahan bakar diesel.
- Menekan penggunaan energi fosil.
- Meningkatkan nilai tambah minyak sawit domestik.
- Memperkuat ketahanan energi nasional.
- Mendukung target penurunan emisi karbon.
