RADARCIREBON.TV – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melanjutkan tren penguatan pada Senin, 20 Juli 2026. Mata uang Garuda diperdagangkan di kisaran Rp17.885 hingga Rp17.944 per dolar AS, setelah berhasil keluar dari level psikologis Rp18.000 pada akhir pekan lalu.
Penguatan rupiah menjadi sinyal positif bagi pasar keuangan domestik. Sejumlah analis menilai sentimen tersebut didukung oleh stabilnya kondisi ekonomi nasional, masuknya aliran dana asing ke pasar obligasi, serta terjaganya peringkat investasi Indonesia.
Kurs Rupiah Hari Ini di Bank BCA
Berdasarkan kurs e-Rate Bank Central Asia (BCA) yang digunakan untuk transaksi digital, nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah pada pagi ini tercatat sebagai berikut:
Baca Juga:Kurs Rupiah Hari Ini 19 Juli 2026 Menguat terhadap Dolar AS, Simak RinciannyaRupiah Naik Lagi ke Rp18.070 per Dolar AS, Ini Penyebabnya
- Dolar Amerika Serikat (USD):Beli: Rp17.885Jual: Rp17.995
- Dolar Singapura (SGD):Beli: Rp13.771,97Jual: Rp14.016,65
- Euro (EUR):Beli: Rp20.318,85Jual: Rp20.692,73
- Dolar Australia (AUD):Beli: Rp12.378,40Jual: Rp12.616,83
- Yen Jepang (JPY) per 100 yen:Beli: Rp109,29Jual: Rp111,62
Kurs e-Rate umumnya digunakan untuk transaksi melalui mobile banking maupun internet banking sehingga berbeda dengan kurs bank notes di kantor cabang.
Rupiah Diproyeksikan Masih Menguat
Selain kurs perbankan, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia berada di level Rp17.944 per dolar AS pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sejumlah analis memperkirakan rupiah masih berpeluang menguat sepanjang perdagangan hari ini dengan rentang pergerakan Rp17.870 hingga Rp17.930 per dolar AS.
Optimisme tersebut didukung oleh beberapa faktor, antara lain:
- Stabilnya peringkat investasi Indonesia.
- Arus masuk dana asing ke pasar obligasi domestik.
- Kondisi fundamental ekonomi yang tetap terjaga.
- Meningkatnya kepercayaan investor terhadap aset di negara berkembang.
- Perhatikan Kurs Sebelum Bertransaksi
Bagi masyarakat yang berencana melakukan transaksi valuta asing, disarankan untuk membandingkan kurs antarbank maupun platform pembayaran internasional.
Penggunaan kurs digital seperti e-Rate umumnya memberikan nilai tukar yang lebih kompetitif dibandingkan kurs bank notes di kantor cabang.
Selain itu, pelaku usaha maupun investor juga perlu mencermati perkembangan ekonomi global, termasuk kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), data inflasi, serta pergerakan harga komoditas dunia yang dapat memengaruhi nilai tukar rupiah dalam jangka pendek.
