Benarkah Kebiasaan Kretek Leher Bisa Memicu Stroke? Ini Penjelasan Dokter

Sensasi lega yang muncul setelahnya membuat kebiasaan ini dianggap aman.
Jangan anggap sepele kebiasaan kretek leher. Gerakan yang terlalu kuat berpotensi memicu cedera pembuluh darah dan meningkatkan risiko stroke. src-img : pexels
0 Komentar

Diseksi Arteri Serviks Jadi Salah Satu Penyebab Stroke pada Usia Muda

Bordoloi menyebut kondisi yang dikenal sebagai diseksi arteri serviks merupakan salah satu penyebab utama stroke pada orang sehat yang berusia di bawah 45 tahun.

Diseksi arteri serviks dapat terjadi akibat trauma atau tekanan berlebihan pada leher, termasuk karena kebiasaan membunyikan persendian leher secara paksa.

Meski tidak semua kasus berakhir menjadi stroke, risiko tersebut tetap perlu diwaspadai sehingga kebiasaan ini sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan.

Baca Juga:Leher Kaku dan Sakit Setelah Makan Daging Kurban? Belum Tentu Kolesterol, Ini Penyebab SebenarnyaHati-hati! Minuman Sehari-hari Ini Bisa Bikin Risiko Stroke Naik

Tanda-Tanda Stroke yang Perlu Diwaspadai

Kenali Gejala Sejak Dini

Stroke membutuhkan penanganan medis secepat mungkin. Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda peringatannya.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Salah satu sisi wajah tampak turun atau senyum menjadi tidak simetris.
  • Kelemahan atau mati rasa secara mendadak pada salah satu lengan.
  • Bicara menjadi cadel atau sulit mengucapkan kata-kata dengan jelas.

Apabila mengalami satu atau beberapa gejala tersebut, segera cari pertolongan medis. Jangan menunggu hingga keluhan membaik dengan sendirinya karena penanganan yang cepat sangat menentukan peluang pemulihan.

Perlu Bijak Saat Mengatasi Leher Pegal

Sensasi lega setelah membunyikan leher memang sering membuat banyak orang mengulang kebiasaan tersebut. Namun, mengingat adanya risiko cedera pada pembuluh darah, dokter mengingatkan agar tidak memaksakan gerakan hingga leher berbunyi.

Leher merupakan bagian tubuh yang memiliki struktur tulang belakang sekaligus pembuluh darah penting menuju otak. Oleh karena itu, setiap keluhan pegal atau nyeri sebaiknya ditangani dengan cara yang lebih aman dan tidak dilakukan secara berlebihan.

0 Komentar