Kepala Sekolah SMP Negeri Enam Kota Cirebon, membantah adanya dugaan pungli, sebesar 2 juta rupiah. Pihak sekolah mengaku, dana sumbangan tersebut, untuk memenuhi kebutuhan sejumlah seragam sekolah, dan kegiatan pendukung untuk pengembangan siswa.
Sempat ramai di media sosial, terkait dugaan pungli di SMP Negeri Enam Kota Cirebon, kini dianggap sudah kondusif, para siswa baru sudah melakukan aktifitas kegiatan belajar mengajar dengan normal. Sementara mengenai dugaan pungli sebesar 2 juta rupiah, pihak sekolah menyebutkan bahwa dana tersebut, untuk kepentingan seragam sekolah lengkap. Serta untuk mendukung kegiatan penunjang pendidikan bagi pengembangan siswa, khususnya kegiatan yang tidak bisa di danai dari dana BOS.
Kepala SMPN Enam Kota Cirebon mengaku, sebelum mengambil kebijakan, sudah disampaikan ke para orang tua wali murid baru.
Baca Juga:PAN Kota Cirebon Perkuat Akar Rumput Lewat Program Kemasyarakatan – VideoMuscab PAN Kota Cirebon Optimis Capai Target Ambisius Pada Pemilu 2029 – Video
Namun ada sejumlah wali murid yang melakukan protes, melalui medsos cukup disayangkan, seharusnya orang tua bisa menyampaikan langsung ke pihak sekolah jika keberatan mengenai biaya tersebut, untuk dicari solusi melalui musyawarah komite sekolah. Dan diambil kebijakan subsidi silang, untuk membantu para siswa yang orang tuanya dianggap memiliki tingkat ekonomi kurang mampu.
Sementara mengenai isu tabungan siswa menggunakan BJB, menjadi program sekolah sesuai anjuran pemerintah daerah. Untuk meningkatkan literasi keuangan bagi siswa, agar gemar menabung, sehingga biasanya setiap hari Kamis, ada layanan mobile bank ke sekolah, untuk memudahkan anak anak menabung, yang bisa digunakan dana tabungannya untuk keperluan sekolah.