Kasus dugaan perundungan atau bullying di SD Santa Maria Cirebon memasuki babak baru. Pihak sekolah melalui kuasa hukum membantah informasi yang beredar di media sosial, dan menegaskan belum ada bukti yang memastikan terjadinya bullying.
Kasus dugaan perundungan atau bullying di SD Santa Maria Cirebon memasuki babak baru. Pihak sekolah melalui kuasa hukum membantah informasi yang beredar di media sosial, dan menegaskan belum ada bukti yang memastikan terjadinya bullying yang melibatkan sejumlah siswa SD Santa Maria.
Melalui kuasa hukum dari Kantor Hukum Jembatan Bulan, sekolah meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan adanya perundungan hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.
Baca Juga:Pedagang Cimin Diduga Cabuli 7 Anak Dibawah Umur – VideoHarga Daging Sapi Pasar Pasalaran Masih Tinggi – Video
Kuasa hukum sekolah, Filipus Bastein Nuhan, menegaskan pihak sekolah berada dalam posisi netral dan telah melakukan klarifikasi internal setelah menerima laporan terkait dugaan kejadian.
Empat siswa yang disebut berkaitan dengan peristiwa dugaan bullying telah dipanggil untuk dimintai keterangan. Sekolah juga telah dua kali mengundang siswa yang disebut sebagai korban melalui orang tuanya. Namun, menurut pihak sekolah, panggilan yang dilayangkan belum dihadiri pihak yang bersangkutan.
Sementara, sorotan lain muncul pada rekaman CCTV sekolah yang diklaim mengalami kerusakan, dan dalam masa perbaikan. Pihak sekolah sebelumnya dianggap tidak dapat menunjukkan rekaman pada waktu yang dikaitkan dengan dugaan kejadian. Dengan menghadirkan vendor CCTV, sekolah menjelaskan kondisi sistem kamera pengawasan yang mengalami gangguan, yakni pergantian IP address danmasalah baterai perangkat DVR sejak 6 hingga 31 Juli 2026.
Sementara perbaikan CCTV yang dilakukan sepanjang Juli 2026, dinyatakan selesai diperbaiki dan berfungai pada 3 Agustus 2026. Pihak sekolah menyebut, laporan terkait dugaan peristiwa baru diketahui pada 14 Juli.
Pihak sekolah meminta pihak keluarga mwmbuktikan melalui mekanisme yang berwenang, terkait adanya rekaman CCTV pada 24 dan 26 Juli. Meski membantah informasi yang dinilai belum terbukti, pihak sekolah menegaskan tidak ingin persoalan ini berkembang menjadi konflik berkepanjangan, dan masih membuka ruang dialog.