Kontroversi URI: Dari DPR Tak Tahu Menahu hingga Gaji Rangkap Gubernur

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto foto: @prabowo
0 Komentar

Polemik lain yang tak kalah penting adalah potensi tumpang tindih peran URI dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas). Donny Ermawan berusaha menjelaskan perbedaan keduanya. Ia menyatakan bahwa URI berfokus pada pendidikan, pembinaan, dan penyiapan SDM masa depan untuk pemerintahan dan BUMN, dengan pendidikan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) serta dilengkapi wawasan kebangsaan dan karakter integritas.

Namun, penjelasan ini dinilai masih belum cukup untuk menjawab kekhawatiran duplikasi peran dengan Lemhanas yang selama ini juga berfokus pada pendidikan ketahanan nasional dan kepemimpinan tingkat tinggi. Wakil Ketua Komisi X DPR pun meminta kejelasan lebih lanjut terkait hal ini.

Terinspirasi dari Prancis: Model ENA dan INSP

Pemerintah mengklaim pembentukan URI terinspirasi dari model pendidikan kepemimpinan yang telah lama diterapkan di sejumlah negara, salah satunya Prancis melalui École nationale d’administration (ENA) yang kini bertransformasi menjadi Institut National du Service Public (INSP). Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa melalui model serupa, pemerintah berharap para calon pemimpin di Indonesia memiliki kemampuan teknis sekaligus wawasan kebangsaan yang kuat.

Baca Juga:Universitas Republik Indonesia: Kampus Baru Bentukan Prabowo untuk Cetak Pemimpin Masa DepanPrabowo Evaluasi Kinerja Kabinet Jelang Dua Tahun Pemerintahan, Ini 7 Arahan Penting untuk Menteri

Namun, kritik muncul karena adopsi model ini dilakukan tanpa pembahasan yang matang dengan DPR. Di Prancis sendiri, transformasi ENA menjadi INSP pun melalui proses legislasi dan perdebatan publik yang panjang. Pendirian URI yang terkesan instan dan tanpa dasar hukum yang jelas ini menjadi sorotan tajam dari berbagai kalangan.

Kampus Masih Sepi: Pimpinan Ada, Mahasiswa Belum

Meski pimpinan sudah dilantik, URI hingga kini belum memiliki mahasiswa. Rincian penerimaan mahasiswa, program studi, jadwal seleksi, dan persyaratan pendaftaran belum diumumkan hingga saat ini. Mahasiswa URI disebut akan memperoleh beasiswa penuh dari pemerintah, namun skema dan mekanismenya masih belum jelas.

Untuk sementara waktu, URI akan berkantor di gedung eks Kementerian BUMN di kawasan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Kampus permanen direncanakan dibangun di lahan bekas perkebunan sawit di Cikasungka, Bogor Utara, Jawa Barat. Lahan tersebut saat ini milik PT Perkebunan Nusantara III dan sudah tidak produktif. Pemerintah berencana membangun 10 kampus URI di berbagai daerah.

0 Komentar