RADARCIREBON.TV – Aktivitas vulkanik di Indonesia kembali menjadi perhatian dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah gunung api menunjukkan peningkatan aktivitas dalam waktu yang hampir bersamaan, memicu pertanyaan di kalangan masyarakat: apakah erupsi-erupsi tersebut saling berkaitan?
Gunung Anak Krakatau, Semeru, Sinabung, dan beberapa gunung lainnya tercatat mengalami erupsi atau peningkatan status dalam periode yang berdekatan. Fenomena ini pun menjadi perbincangan hangat, terutama setelah Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus selama sekitar 25 jam pada awal September 2026.
1. Gunung Anak Krakatau, Erupsi Menerus 25 Jam
Gunung Anak Krakatau menjadi pusat perhatian setelah mengalami erupsi menerus yang berlangsung dari 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga 6 September pukul 00.04 WIB . Setelah itu, PVMBG mencatat erupsi susulan bertipe Strombolian selama sekitar 30 detik.
Baca Juga:Abu Vulkanik Gunung Meletus Bukan Cuma Bikin Sesak! Ini 5 Bahaya yang Wajib Diwaspadai4 Gunung Api Indonesia Erupsi Bersamaan, Benarkah Ada ‘Pipa Magma’ yang Menghubungkannya?
Meski erupsi menerus telah berakhir, status Anak Krakatau tetap berada di Level III atau Siaga. Abu vulkanik yang disemburkan berdampak luas pada kondisi atmosfer dan penerbangan. BMKG memantau sebaran abu yang melingkupi wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Bengkulu . Dampaknya, Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma bahkan sempat ditutup sementara.
2. Gunung Sinabung Naik Status Jadi Siaga
Di Sumatra Utara, Gunung Sinabung kembali menjadi sorotan setelah statusnya dinaikkan dari Level II menjadi Level III atau Siaga pada 31 Agustus 2026 . Kenaikan status ini menarik perhatian karena Sinabung sebelumnya mengalami periode relatif panjang tanpa erupsi. Badan Geologi mencatat peningkatan aktivitas vulkanik sebagai dasar perubahan status tersebut.
PVMBG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas Sinabung yang kembali meningkat mengingatkan pada erupsi besar yang pernah terjadi pada 2010 dan 2014 lalu.
3. Gunung Semeru Meningkatkan Aktivitas
Gunung Semeru di Jawa Timur juga mencatatkan peningkatan aktivitas dalam periode yang sama. Meski belum terjadi erupsi besar, aktivitas vulkaniknya terpantau meningkat, dengan kolom asap dan lontaran material dari kawah.
Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa ini memang dikenal sebagai gunung yang aktif. Peningkatan aktivitasnya selalu dipantau ketat oleh PVMBG, terutama menjelang musim hujan yang dapat memicu guguran awan panas.
