“Ada banyak aspek yang menurut saya tidak adil, dan saya ingin mengungkapkan kebenaran, tetapi murid-murid saya bisa terluka jika saya berbicara, dan suasana sepak bola domestik juga tidak baik,” kata Shin.
Saat ini, Shin telah mulai menangani Persija Jakarta setelah menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun pada Juni lalu. Meskipun PSSI telah mendapat informasi mengenai sanksi ini, dipastikan tidak akan memengaruhi status Shin sebagai pelatih Persija. Sanksi dari KFA hanya berlaku di Korea Selatan, sehingga Shin tetap bisa melatih di Indonesia dengan leluasa.
Reaksi Netizen dan Dukungan untuk Shin
Unggahan dari akun @pengamatsepakbola tentang hukuman ini viral dengan lebih dari 6.800 likes dan 637 komentar. Netizen Indonesia ramai memberikan dukungan kepada Shin Tae-yong. Banyak yang menganggap hukuman ini terlalu berat dan tidak adil.
Baca Juga:Shin Tae-yong Resmi Dihukum KFA, Dilarang Melatih 10 Tahun di Korea Selatan, Begini Nasibnya di PersijaGaruda Pertiwi Juara Piala AFF Wanita 2026, Siap Tampil di ASEAN Women's Championship
“Padahal Shin Tae-yong sudah banyak berjasa untuk Timnas Indonesia, semoga di Persija dia tetap sukses,” tulis seorang warganet. Dukungan serupa juga datang dari para penggemar Persija yang menilai Shin adalah pelatih berkualitas yang layak mendapat kesempatan kedua.
Dampak Hukuman bagi Karier Shin
Hukuman 10 tahun ini praktis mengakhiri karier Shin Tae-yong di sepak bola Korea Selatan. Namun, bagi Shin, ini bukan akhir segalanya. Dengan kontrak tiga tahun di Persija dan reputasinya sebagai pelatih yang pernah membawa Timnas Indonesia ke babak 16 besar Piala Asia 2023, Shin masih memiliki masa depan cerah di luar negeri.
Pengamat sepak bola menilai bahwa kasus ini tidak akan memengaruhi posisi Shin di Indonesia. Selama ia mampu membawa Persija berprestasi, dukungan dari publik dan manajemen klub akan tetap solid.
