RADARCIREBON.TV – Dunia perawatan kulit di tahun 2026 sedang bertransformasi. Tren 10 langkah perawatan yang dulu mendominasi mulai ditinggalkan. Kini, pendekatan yang lebih cerdas, minimalis, dan berbasis sains menjadi pilihan utama para pecinta skincare. Dari bahan aktif super canggih yang bekerja di level seluler hingga filosofi perawatan yang kembali ke dasar, berikut deretan tren skincare yang sedang hits dan banyak diperbincangkan.
Exosome: Bintang Baru Perawatan Kulit Regeneratif
Jika kamu aktif di media sosial atau mengikuti perkembangan klinik kecantikan, pasti sudah tidak asing dengan istilah exosome. Bahan ini belakangan ramai diperbincangkan dan dinobatkan sebagai salah satu tren skincare terbaru yang viral. Lantas, apa sebenarnya exosome itu?
Profesor Klinis Madya Dermatologi di Yale School of Medicine, Mona Gohara, menjelaskan bahwa exosome bisa dibayangkan sebagai ‘paket kecil’ yang secara alami dikirimkan oleh sel. Paket ini mengantarkan pesan biologis berupa protein, lipid, dan materi genetik yang memberi tahu sel-sel kulit apa yang harus dilakukan.
Baca Juga:Viral Diet Ekstrem di China Campur Teh dengan Obat Pencahar, Banyak Korban Berakhir di Rumah SakitBerat Badan Gampang Naik? Ini 5 Kebiasaan Sederhana agar Tetap Ideal Tanpa Diet Ekstrem
Dalam dunia kecantikan, pesan tersebut ditujukan untuk mendorong kulit memperbaiki diri, meredakan peradangan, dan memicu produksi kolagen. Berbeda dengan bahan aktif tradisional yang hanya menempel di permukaan atau menstimulasi secara langsung, exosome dirancang untuk menunjang sistem komunikasi alami pada kulit. Saat ini, exosome memimpin gelombang perawatan kulit regeneratif, sebuah kategori yang fokusnya bukan sekadar menambah tumpukan bahan aktif, melainkan bekerja secara selaras dengan biologi alami tubuh.
Skinimalism: Kembali ke Dasar dengan Rutinitas Minimalis
Salah satu tren terbesar yang menggeser rutinitas 10 langkah adalah skinimalism atau skin minimalism. Tren ini mengutamakan prinsip less is more. Brand General Manager Laneige Indonesia, Amanda Tiffany Karta, menyebut bahwa tren back to basic mulai meningkat pada 2026.
“Jadi kalau misalnya dulu mungkin trennya itu untuk step skincare 7 steps of skincare atau 10 steps of skincare, sekarang udah balik ke single steps,” kata Amanda. Ia menjelaskan bahwa alih-alih menumpuk produk, fokus konsumen saat ini berubah ke pemakaian yang lebih tepat dan terarah. Rutinitas skincare yang panjang, yang selama ini justru merusak skin barrier, mulai digantikan oleh pendekatan yang lebih sederhana.
