RADARCIREBON.TV – Tren kecantikan di media sosial kembali memakan korban. Baru-baru ini, media sosial di China dihebohkan oleh metode penurunan berat badan yang tidak masuk akal sekaligus berbahaya: mencampur teh tanpa gula dengan enema gliserin—cairan pencahar yang seharusnya hanya digunakan untuk obat luar (lewat anus), bukan untuk diminum. Akibatnya, banyak orang yang nekat mencoba berakhir di unit gawat darurat rumah sakit.
Klaim ‘Ajaib’ yang Berujung Petaka
Fenomena ini viral di platform video singkat setelah sejumlah influencer mengeklaim ramuan aneh tersebut bisa memangkas berat badan hingga 4 kilogram hanya dalam dua hari. Dalam konten yang beredar, para pembuat konten santai saja memasukkan cairan enema ke botol teh, mengocoknya, lalu meminumnya di depan kamera. Mereka bersikeras angka di timbangan bisa melonjak turun karena efek sering buang air besar.
Penurunan berat badan yang diklaim tersebut terjadi karena mereka lebih sering buang air besar setelah mengonsumsi campuran tersebut. Namun, alih-alih dapat tubuh ideal, banyak netizen yang mencoba cara instan ini justru berakhir tragis. Salah satu korbannya adalah seorang wanita bernama Ma. Kepada media lokal, Ma menceritakan penderitaannya setelah nekat mencoba ramuan tersebut. Meski rasanya agak manis saat ditelan, hanya dalam waktu setengah jam perutnya langsung terasa melilit hebat. “Saya ke toilet setiap jam sekali. Saya tidak bisa tidur sepanjang malam,” ujar Ma. Upayanya meredakan sakit perut dengan minum air hangat pun tidak mempan sama sekali.
Baca Juga:Klasemen Grup B Usai Laga Perdana, Port FC Puncaki dan Persebaya di Posisi KeduaGol Bunuh Diri Pankov di Menit 63 Bawa Persebaya Bekuk Persija 1-0
Rumah Sakit Kebanjiran Pasien Darurat
Dampak dari tren nekat ini membuat para dokter kelimpungan. Sebuah rumah sakit besar di Provinsi Henan melaporkan adanya lonjakan pasien darurat yang datang dengan keluhan pencernaan parah akibat meminum ramuan teh gliserin tersebut. Pihak rumah sakit menegaskan bahwa teh tanpa gula sendiri sudah mengandung senyawa aktif seperti teofilin dan polifenol yang bisa membuat perut sensitif kaget. Begitu dicampur dengan obat pencahar luar seperti enema gliserin, dampaknya jadi sangat destruktif bagi usus.
“Jika enema gliserin ditambahkan ke dalam teh, efek pencahar akan berlipat ganda. Ini adalah ‘pukulan ganda’ bagi sistem pencernaan,” tegas pihak rumah sakit melalui akun media sosial resmi mereka. Rumah sakit juga menegaskan bahwa enema gliserin hanya diperuntukkan sebagai obat luar dan tidak boleh diminum dalam kondisi apa pun. Selain itu, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mengonsumsi campuran teh dan enema gliserin dapat memberikan manfaat penurunan berat badan yang sesungguhnya.
