Perbandingan dengan Emas Antam dan Galeri 24
Untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif, harga emas UBS dapat dibandingkan dengan merek emas lainnya yang juga dipasarkan oleh Pegadaian, yaitu Antam dan Galeri 24. Berikut perbandingan harga untuk ukuran 1 gram pada hari yang sama:
| Merek Emas | Harga Jual 1 Gram | Harga Buyback 1 Gram | Spread (Selisih) |
|---|---|---|---|
| Antam | Rp 2.727.000 | Rp 2.426.000 | Rp 301.000 |
| UBS | Rp 2.615.000 | Rp 2.433.000 | Rp 182.000 |
| Galeri 24 | Rp 2.595.000 | Rp 2.433.000 | Rp 162.000 |
Dari tabel di atas, terlihat bahwa emas UBS menawarkan harga jual yang berada di posisi tengah antara Galeri 24 yang lebih murah dan Antam yang lebih mahal. Selisih dengan Antam mencapai Rp112.000 per gram, sementara dengan Galeri 24 hanya Rp20.000 per gram. Menariknya, harga buyback emas UBS dan Galeri 24 berada di level yang sama, yaitu Rp2.433.000 per gram, sementara Antam memiliki buyback yang sedikit lebih rendah di Rp2.426.000 per gram.
Spread atau selisih antara harga jual dan buyback UBS tercatat Rp182.000 per gram, lebih rendah dibandingkan Antam yang mencapai Rp301.000 per gram. Hal ini menjadikan emas UBS sebagai pilihan yang cukup menarik bagi investor yang ingin meminimalkan biaya transaksi saat menjual kembali emasnya.
Baca Juga:Harga Emas Antam Hari Ini 28 Juli 2026: Turun Rp9.000 Jadi Rp2,613 Juta per GramHarga Emas Hari Ini 28 Juli 2026 Stabil, Simak Perbedaan Harga Jual dan Buyback Sebelum Investasi
Apa yang Mendorong Kenaikan Harga Emas UBS?
Kenaikan harga emas UBS hari ini sejalan dengan pergerakan harga emas dunia yang kembali menunjukkan tren positif pada awal pekan ini. Harga emas dunia pada Selasa (28/7/2026) pagi bergerak di atas US$4.000 per troy ons, didorong oleh meningkatnya ketidakpastian ekonomi global yang memicu permintaan terhadap aset safe haven.
Faktor lain yang turut mempengaruhi adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang masih bergerak fluktuatif di kisaran Rp18.000 per dolar AS. Pelemahan rupiah membuat harga emas yang dipatok dalam dolar AS menjadi lebih mahal ketika dikonversi ke rupiah, yang pada akhirnya turut mendorong kenaikan harga emas di dalam negeri.
Selain itu, meningkatnya permintaan fisik emas di pasar domestik juga turut mendorong kenaikan harga jual dan buyback. Masyarakat cenderung membeli emas saat harga naik untuk berinvestasi, sementara di sisi lain, permintaan dari industri dan investor juga tetap tinggi.
