“Kami sudah membangun sistem IT-nya, bagaimana memastikan dari mulai nyacah kol sampai dengan dimasak, dimasak berapa lama, suhunya berapa, kemudian matang berapa lama, didinginkannya sekian lama, kemudian dibungkus berapa, kemudian di-deliver berapa lama, diterima jam berapa, dimakan jam berapa, selesai makan jam berapa, dibawa omprengnya pulang ke dapur dicuci bersih selesai jam berapa,” jelas Sudaryono .
Dengan reformasi ini, diharapkan pelaksanaan MBG ke depannya benar-benar berjalan optimal dan mampu meningkatkan status gizi anak-anak Indonesia serta menurunkan angka stunting secara signifikan .
