Kemenkes Kembangkan Robot Bedah AI untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan Indonesia

AI yang dikembangkan Kementerian Kesehatan bukan bertujuan menggantikan dokter.
Kemenkes siapkan 40 unit robot bedah untuk modernisasi layanan kesehatan dan peningkatan kompetensi dokter melalui teknologi AI. gambar : ilustrasi/geminiAI
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di sektor kesehatan. Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah pengembangan robot bedah berbasis AI untuk meningkatkan kualitas pelayanan medis di Indonesia. Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa teknologi tersebut tidak akan menggantikan peran dokter, melainkan berfungsi sebagai pendukung dalam proses pengambilan keputusan medis.

Rencana ini menjadi bagian dari upaya modernisasi layanan kesehatan nasional sekaligus mempercepat pemanfaatan teknologi robotik di berbagai rumah sakit pemerintah. Selain menghadirkan perangkat canggih, pemerintah juga menyiapkan ekosistem pendukung berupa pelatihan tenaga medis hingga penguatan industri alat kesehatan dalam negeri.

AI dalam Bedah Dirancang untuk Membantu Dokter

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa perkembangan teknologi AI di bidang kesehatan berlangsung sangat cepat. Namun, menurutnya, penerapan AI pada tindakan bedah masih menghadapi tantangan karena keterbatasan data yang dibutuhkan untuk mendukung sistem tersebut.

Baca Juga:Cara Memilih Durian yang Bagus agar Dapat Daging Tebal dan ManisAwas! Kemenkes Ungkap 90 Persen Penderita Hepatitis di Indonesia Tak Sadar Terinfeksi, Waspada Silent Killer!

Ia mengatakan bahwa AI yang dikembangkan Kementerian Kesehatan bukan bertujuan menggantikan dokter, melainkan menjadi augmented intelligence, yaitu teknologi yang membantu dokter mengambil keputusan medis dengan lebih baik dan akurat.

Menurut Budi, konsep ini menempatkan dokter sebagai pengambil keputusan utama, sementara AI berperan sebagai alat bantu yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien.

Pengembangan AI Bedah Masih Terus Berjalan

Budi juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini pengembangan AI di lingkungan Kementerian Kesehatan berkembang cukup pesat di berbagai bidang. Namun, khusus untuk teknologi bedah, proses pengembangannya membutuhkan waktu lebih lama karena memerlukan data yang sangat kompleks dan belum sepenuhnya tersedia.

Kemenkes Menyiapkan 40 Unit Robot Bedah

Selain mengembangkan sistem AI, Kementerian Kesehatan juga telah menyiapkan pengadaan 40 unit robot bedah yang akan ditempatkan di rumah sakit pemerintah.

Program tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan teknologi, tetapi juga mencakup:

  • Pelatihan dokter secara lebih luas.
  • Transfer teknologi kepada tenaga kesehatan.
  • Penguatan kemampuan industri alat kesehatan nasional.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi bedah modern sekaligus meningkatkan kemandirian Indonesia dalam pengembangan perangkat kesehatan.

0 Komentar