Perusahaan juga menarik fitur “Enhance your post” yang sebelumnya menggunakan AI untuk membantu pengguna menulis unggahan. Fitur tersebut akan diganti dengan alat pemeriksa tulisan yang hanya mengoreksi teks tanpa mengubah gaya dan suara asli pengguna .
Selain mengandalkan laporan pengguna, LinkedIn memperkuat sistem pertahanan terhadap aktivitas otomatis. Platform tersebut mengklaim telah memblokir ratusan ribu percobaan komentar otomatis setiap hari dan memblokir jutaan aktivitas otomatis lainnya dalam beberapa bulan terakhir .
Masalah konten buatan AI tidak hanya dihadapi LinkedIn. Platform buletin Substack sebelumnya menambahkan alat untuk membantu pengguna mengidentifikasi artikel yang ditulis AI, sementara Cloudflare menyebut lalu lintas bot di internet kini telah melampaui permintaan yang dihasilkan manusia .
