RADARCIREBON.TV – Bosan melihat linimasa LinkedIn dipenuhi konten hasil generate AI yang nggak jelas dan terasa “hampa”? Kini kamu bisa bertindak! Platform profesional milik Microsoft itu resmi meluncurkan fitur baru yang memungkinkan pengguna melaporkan unggahan yang diduga dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI) dan dinilai berkualitas rendah atau yang dikenal dengan istilah AI Slop.
Pengguna kini dapat menekan tombol “Seems like AI slop” apabila menemukan unggahan yang terlihat tidak autentik atau sepenuhnya dihasilkan oleh mesin. Istilah AI slop sendiri merujuk pada konten buatan AI yang diproduksi secara massal, berkualitas rendah, dan minim nilai bagi pembaca .
Langkah ini menjadi bagian dari upaya LinkedIn mengurangi konten buatan mesin yang semakin banyak memenuhi linimasa platform. Chief Product Officer LinkedIn, Hari Srinivasan, mengatakan persoalan AI slop menjadi salah satu prioritas utama perusahaan. “Orang datang ke LinkedIn untuk terhubung dengan manusia nyata serta membagikan perspektif, gagasan, dan keahlian mereka yang sebenarnya,” ujarnya dalam unggahan di LinkedIn .
Baca Juga:Persib Bandung Tantang Tampines Rovers di Laga Pamungkas Piala Presiden, Misi Sapu Bersih Grup A!Harga Emas Perhiasan Hari Ini 31 Juli 2026 Naik Tipis, 24 Karat Tembus Rp 2,265 Juta per Gram!
Laporan Pengguna Jadi Sinyal Penting
Meski demikian, laporan dari pengguna tidak otomatis berarti suatu unggahan akan langsung dihapus. Tombol tersebut akan menjadi salah satu sinyal yang digunakan LinkedIn untuk melatih dan menyempurnakan sistem AI-nya dalam mengenali konten berkualitas rendah .
LinkedIn juga memperkenalkan sistem klasifikasi baru untuk mendeteksi apakah sebuah unggahan tergolong AI slop atau konten berkualitas rendah lainnya. Konten yang terdeteksi nantinya akan lebih jarang muncul dalam rekomendasi unggahan dari akun di luar jaringan pengguna .
Peringatan Privat untuk Pengguna
Yang menarik, LinkedIn juga akan memberikan pemberitahuan secara privat melalui dasbor apabila pengguna lain menilai unggahan seseorang terlihat tidak autentik karena terlalu banyak menggunakan AI. Perusahaan berharap peringatan tersebut membantu pengguna memperbaiki cara menulis, terutama bagi mereka yang hanya memakai AI untuk menyunting atau merapikan tulisan sendiri .
Dengan demikian, LinkedIn membedakan penggunaan AI sebagai alat bantu dengan unggahan yang sepenuhnya dihasilkan mesin dan dinilai tidak memberikan nilai berarti .
