Puluhan jurnalis dari berbagai organisasi pers dan media di Kabupaten Kuningan menggelar aksi damai di depan Pendopo Kabupaten Kuningan, Senin siang. Mereka mendesak Presiden Prabowo Subianto memberikan klarifikasi atas pernyataan “Londo Ireng” yang dalam pidatonya juga menyinggung wartawan, pengamat, dan LSM.
Puluhan jurnalis dari berbagai organisasi pers dan media di Kabupaten Kuningan menggelar aksi damai di depan Pendopo Kabupaten Kuningan, Senin siang. Mereka mendesak Presiden Prabowo Subianto memberikan klarifikasi atas pernyataan “Londo Ireng” yang dalam pidatonya juga menyinggung wartawan, pengamat, dan LSM.
Aksi yang dikoordinatori Mumuh Muhyidin ini diawali dengan titik kumpul di Pandapa Paramartha, kemudian peserta bergerak menuju jalan depan Pendopo Bupati Kuningan. Selama aksi, jurnalis membawa berbagai pesan moral untuk menegaskan pentingnya kemerdekaan pers dalam demokrasi.
Baca Juga:Mahyudin Kembali Pimpin IKA UGJ – VideoReuni Emas Alumni Smanda 76 – Video
Sejumlah aksi teatrikal turut ditampilkan, di antaranya berjalan mundur sebagai simbol keresahan atas kondisi kebebasan pers saat ini, dilanjutkan peletakan puluhan kartu pers sebagai bentuk protes terhadap stigma “Londo Ireng” yang dikaitkan dengan wartawan, yang dinilai sangat merugikan marwah pers.
Peserta aksi juga menggelar penandatanganan spanduk putih yang diikuti perwakilan pemerintah daerah, DPRD, kepala SKPD, dan insan pers. Aksi ini menjadi simbol dukungan terhadap kebebasan pers dan penguatan komunikasi publik yang sehat.
Koordinator aksi, Mumuh Muhyidin, menyatakan pernyataan Presiden tentang “Londo Ireng” perlu dijelaskan agar tidak menimbulkan tafsir beragam dan memicu stigmatisasi terhadap wartawan. Menurutnya, pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi dan menjalankan fungsi kontrol sosial bahkan termasuk kedalam pilar demokrasi.
Dalam pernyataan sikapnya, Ikatan Jurnalis Siber Indonesia Kabupaten Kuningan juga mendesak seluruh penyelenggara pemerintahan di daerah menghormati kemerdekaan pers, tidak melakukan stigmatisasi terhadap jurnalis, serta menjamin ruang kerja jurnalistik yang bebas, profesional, dan bertanggung jawab.
Aksi ditutup dengan seruan agar pemerintah daerah lebih terbuka terhadap kritik media. Memprioritaskan penyelesaian persoalan masyarakat, serta menjaga kemitraan yang sehat dengan insan pers. Peserta aksi menegaskan pesan, “Pers bebas, demokrasi kuat, Kuningan maju”.
Tampak hadir menerima kedatangan jurnalis, Sekda Uu Kusmana beserta jajaran Sekretariat Daerah, dan Bakesbangpol Kuningan.