Profesor Rokhmin Dahuri, Guru Besar IPB dan Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, mengajak para Kiai Muda Cirebon Raya menjadi “Game Changer” untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Para kyai muda diharapkan sebagai pelopor perubahan yang dapat mencetak santri berdaya saing global, berbasis nilai keislaman dan sains.
Di hadapan para ulama dan Kiai Muda Cirebon Raya, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Rokhmin Dahuri berbagi strategi kejayaan Islam untuk Indonesia Emas 2045.
Dalam diskusi kebangsaan yang digelar Minggu, 9 Agustus 2026, Guru Besar IPB sekaligus Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Gotong Royong itu menyampaikan, kejayaan umat Islam di masa lalu adalah menjalankan Islam secara kaffah dan menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi.
Baca Juga:Wajah Kab. Cirebon "Cacat" Akibat TPS Liar Di Exit Tol – VideoSSB Garuda Jaya U12 Raih Juara Tiga Liga Yooscout 2026 – Video
Prof. Rokhmin menyampaikan iman dan taqwa serta ilmu pengetahuan dan teknologi tidak boleh dipisahkan. Diera saat ini sangat dibutuhkan generasi yang kuat imannya, cerdas, kreatif, dan mampu memberi solusi. Prof. Rokhmin juga memberikan 8 langkah agar umat Islam siap menuju Indonesia Emas 2045, di antaranya: meningkatkan iman dan takwa, menguasai IPTEK, memperkuat persaudaraan, memilih pemimpin yang pintar dan berakhlak, serta memperkuat ekonomi, pertahanan, dan kewaspadaan.
Dengan tema “Kiai Muda Sebagai Game Changer” yang artinya sebagai pelopor untuk mencetak santri berdaya saing global, berbasis nilai keislaman dan sains.
Ia pun berpesan agar pesantren tidak hanya menjadi pusat keagamaan, tapi juga pusat sains dan teknologi. Para ulama dan kiai muda se Cirebon Raya diminta membekali santri dengan ilmu agama sekaligus keterampilan agar bisa mandiri secara ekonomi.
Sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dapat dikembangkan di pesantren dengan dukungan teknologi. Tujuannya agar pesantren sejahtera dan jadi ‘tangan di atas’.
Para Kiai Muda Cirebon Raya menyambut baik materi yang disampaikan. Diskusi pun berlangsung hangat hingga malam hari.
Para kiai muda Cirebon Raya diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mencetak santri berdaya saing global, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi untuk Indonesia Emas 2045. Dan pesan Prof. Rokhmin Dahuri dapat diimplementasikan, membawa kemajuan bagi umat Islam dan bangsa Indonesia.