RADARCIREBON.TV – Pernahkah anak-anak bertanya dari mana asal bensin yang digunakan untuk kendaraan sehari-hari? Pertanyaan sederhana tersebut menjadi pintu masuk bagi siswa SD Kinderfield Cirebon untuk mengenal lebih dekat dunia minyak dan gas (migas). Para siswa mengunjungi Indonesia Drilling Training Center (IDTC) di Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu, Rabu (23/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, mereka diajak melihat secara langsung kegiatan pengeboran migas sekaligus mengenal berbagai peralatan dan fasilitas yang digunakan dalam proses tersebut.
Edukasi Energi Sejak Usia Dini
Manager IDTC, Chair Rony mengatakan, pengenalan industri migas sejak usia dini penting dilakukan untuk membuka wawasan anak-anak mengenai energi. Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan penjelasan mengenai perjalanan energi yang berasal dari dalam bumi hingga akhirnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Mereka juga diperkenalkan pada proses pencarian dan pengambilan minyak serta gas melalui kegiatan pengeboran.
Penjelasan diberikan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan usia para siswa sehingga materi mengenai industri migas dapat lebih mudah dipahami. “Anak-anak perlu mengetahui bahwa bensin dan gas yang kita gunakan sehari-hari tidak begitu saja tersedia. Ada proses panjang untuk mendapatkannya, salah satunya melalui kegiatan pengeboran. Karena itu, kita harus hemat energi,” jelasnya.
Baca Juga:Istri Dokter Ditemukan Meninggal Bersimbah Darah di Atas Kasur472 Mahasiswa Baru Uniku Jalani Tes Urine BNN Kuningan, Hasilnya Mengejutkan
Mengenal Profesi di Sektor Energi
Menurut Chair Rony, edukasi mengenai industri migas seperti yang dilakukan melalui kunjungan tersebut juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai profesi yang terdapat di sektor energi kepada generasi muda. Selain mendapatkan penjelasan, para siswa juga diperkenankan melihat fasilitas pelatihan pengeboran yang tersedia di IDTC. Dengan demikian, pembelajaran mengenai energi tidak hanya dilakukan melalui teori di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman melihat langsung berbagai fasilitas yang berkaitan dengan kegiatan pengeboran.
Chair Rony menyebut kunjungan tersebut membuat pembelajaran mengenai energi terasa lebih dekat bagi para siswa. Mereka dapat melihat secara langsung peralatan yang selama ini mungkin hanya diketahui melalui buku pelajaran atau cerita. “Anak-anak semakin tertarik belajar sains dan teknologi. Mungkin dari sini ada yang nantinya menjadi engineer, ahli geologi atau profesional di bidang energi,” katanya.
