Bukan Cuma di Liga Saja Persib Bandung Juga Hadapi Tantangan Berat di Asia Musim Ini

Persib Bandung
PERSIB mendapatkan kekuatan tambahan (persib.co.id)
0 Komentar

Sebagai contoh, untuk musim 2026/27, ranking yang dipakai oleh AFC adalah peringkat pada akhir musim 2024/25. Demikian pula, musim depan (2027/28), yang dipakai adalah ranking musim 2025/26.

Untuk ACL Elite, dari zona Asia Timur, hanya klub dari 7 negara teratas yang berhak masuk. Mereka adalah Jepang, Korea Selatan, Thailand, China, Australia, Malaysia, dan Vietnam.

Sementara itu, karena Liga Indonesia hanya ada di peringkat 11 pada musim 2024/25, mereka cuma berhak mengirim wakil di 2 kompetisi di bawah ACL Elite. Satu klub, yaitu juara liga (Persib) tampil di ACL Two, bahkan tidak langsung dari fase grup, tapi babak playoff. Satu klub lain, yaitu runner-up (Borneo FC), maju di ACGL sejak babak utama (fase grup).

Baca Juga:Kenapa Token Listrik Gagal Diinput Padahal Kode Sudah Benar? Cek Disini!Jadwal Sepak Bola Malam Ini 13-14 Agustus 2026: Ada Pertandingan Bali United vs Sabah FC, UEL dan UECL

Liga Indonesia mengalami kenaikan peringkat pada musim 2025/26 dengan duduk di posisi 10. Ini membuat alokasi slot wakil Super League di kompetisi Asia berubah untuk musim 2027/28. Juara dan runner-up Liga Indonesia akan bertarung di ACL Two. Sang juara masuk babak utama, sedangkan runner-up sejak playoff. Namun, otomatis tidak ada kuota untuk ACGL.

Apa pun prestasi Persib (dan Borneo FC) di Asia musim ini, bakal berpengaruh pada kuota Super League pada musim 2028/29. Jika mampu tampil apik hingga menembus babak yang lebih tinggi, Indonesia bisa mengejar ketertinggalan dari liga ASEAN lain, seperti Thailand (peringkat 3 Zona Timur), Malaysia (posisi 5), dan Vietnam (urutan 7). Bahkan, jika dilihat dari ranking, Super League masih di bawah dua liga Asia Tenggara lainnya, Singapura dan Kamboja di posisi 8-9.

Tantangan Persib di ACL Two: Bisakah Tembus Semifinal?

Persib mampu hattrick juara di Liga Indonesia pada 2024, 2025, dan 2026. Mereka adalah klub pertama di tanah air yang mampu melakukan hal tersebut. Namun, Asia adalah level berbeda.

Prestasi terbaik Persib di tingkat kontinental adalah finis di posisi terbawah 8 besar Asian Club Championship 1995. Kompetisi tersebut adalah cikal bakal ACL Elite. Dalam babak 8 besar yang menggunakan sistem round robin itu, Persib selalu kalah dalam 3 laga lawan Ilhwa Chunma (Korea Selatan), Thai Farmers Bank (Thailand), dan Verdy Kawasaki (Jepang).

0 Komentar