Harga iPhone 18 Pro Diprediksi Naik Rp1,5 Juta! Biaya Memori Melonjak Hampir 400 Persen

foto
iPhone 18 Pro/ foto: macrumors.com
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Apple tampaknya harus memutar otak menjelang peluncuran lini iPhone terbarunya. Laporan terbaru dari lembaga riset TrendForce mengungkapkan bahwa biaya komponen memori untuk iPhone 18 Pro berkapasitas 256GB melonjak tajam hingga hampir 400 persen pada kuartal ketiga 2026 jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Lonjakan harga modal ini tentu makin menghimpit ruang gerak Apple. Sebelumnya, raksasa teknologi asal Cupertino tersebut sudah sempat menaikkan harga sejumlah produknya pada Juni 2026.

Kala itu, Apple mengaku sudah berusaha menahan agar harga tidak naik, namun pada akhirnya tak punya banyak pilihan.

Baca Juga:Prediksi Manchester City vs Coventry City Besok: Haaland Jadi Ancaman, The Citizens Diprediksi Menang TelakPrediksi Inter Milan vs Napoli 5 September 2026: Nerazzurri Diunggulkan, Tapi Rekor Partenopei Bikin Waswas!

Meski saat itu harga iPhone yang sudah beredar di pasaran tidak ikut dinaikkan, situasinya diperkirakan bakal berbeda mulai pekan depan seiring makin mahalnya modal produksi untuk generasi iPhone anyar.

TrendForce menyebutkan bahwa Apple sebenarnya telah mencoba menawar harga komponen lain demi menekan biaya produksi. Sayangnya, efisiensi dari komponen lain tersebut dinilai belum cukup untuk menutup pembengkakan biaya di sektor memori.

Harga Naik Rp 1,5 Jutaan?

Kendati tekanan modal sangat tinggi, Apple diprediksi tidak akan membebankan seluruh lonjakan biaya memori ini ke kantong konsumen.

Rumor yang beredar menyebutkan harga iPhone 18 Pro bakal naik sekitar 100 dolar AS (sekitar Rp 1,5 jutaan) dibandingkan generasi sebelumnya, iPhone 17 Pro.

Langkah ini diambil karena Apple khawatir kenaikan harga yang terlalu mahal justru membuat konsumen menunda ganti HP.

Di tengah kondisi ekonomi global yang masih lesu, masyarakat cenderung lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang. Jika Apple terlalu agresif menaikkan harga, angka penjualan mereka dalam jangka panjang justru bisa terancam.

Guna menambal tipisnya margin keuntungan dari penjualan perangkat keras (hardware), Apple diperkirakan bakal mengandalkan lini bisnis layanan mereka (Services) sebagai tulang punggung pendapatan baru.

Baca Juga:Jadwal Serie A Pekan Ini: Inter Milan vs Napoli dan Juventus vs AC Milan Siap Bikin Geger!Jangan Dianggap Sepele! Sariawan Lebih dari 2 Minggu Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Isu iPhone Lipat “Ultra” Seharga Rp 40 Jutaan

Di sisi lain, TrendForce juga membocorkan rencana Apple yang bersiap merilis ponsel lipat perdananya, yang kemungkinan bakal dinamai iPhone Ultra. Perangkat premium ini diprediksi dibanderol mulai dari 2.299 dolar AS atau sekitar Rp 35 jutaan.

Bahkan untuk varian dengan spesifikasi tertinggi, harganya diperkirakan bisa menembus lebih dari 3.000 dolar AS (sekitar Rp 46 juta) akibat mahalnya teknologi dan komponen yang digunakan.

0 Komentar