RADARCIREBON.TV – Peta persaingan sepak bola kawasan Asia kembali menghadirkan kabar manis bagi langkah skuad Garuda. Lonjakan peringkat FIFA yang terus merangkak naik membuahkan keuntungan strategis, di mana kepastian masuk pot tiga pengundian memberi keuntungan besar bagi Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2030.
Pengundian babak pertama dan kedua kualifikasi Piala Dunia 2030 zona Asia dijadwalkan berlangsung pada 15 Desember 2026 dengan menjadikan posisi ranking FIFA bulan tersebut sebagai tolak ukur utama. Jika format kualifikasi yang digunakan masih sama seperti edisi 2026 lalu, maka negara-negara yang berada di peringkat 27 Asia ke bawah diwajibkan untuk berjuang ekstra keras dari babak pertama.
Situasi Berbalik Sangat Menguntungkan
Pengalaman pahit tersebut pernah dirasakan langsung oleh skuad Garuda saat masih berada di peringkat 28 Asia dan 150 dunia. Kala itu, Indonesia harus melewati hadangan Brunei Darussalam dengan pesta gol agregat 12-0 sebelum akhirnya bisa melenggang mulus ke fase kedua untuk meladeni persaingan ketat kontra Irak, Vietnam, dan Filipina di grup F.
Baca Juga:Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026 Timnas Indonesia dan Siaran Langsungnya, Mulai 25 September di SUGBKJadwal Pertandingan Timnas Voli Putri Indonesia di Asian Games 2026, Cek Cara Nonton Gratis
Namun kini situasinya berbalik sangat menguntungkan. Sukses merangkak naik ke urutan 21 Asia dan 118 dunia membuat tim asuhan John Herdman diprediksi bakal langsung lolos otomatis ke babak kedua tanpa perlu memeras keringat di fase awal.
Tak hanya itu, posisi mantap di pot 3 ini jelas memberi keuntungan strategis yang amat besar karena Timnas Indonesia terhindar dari bentrokan awal melawan tim-tim tangguh seperti Kirgistan, Korea Utara, hingga rival serumpun Malaysia. Lonjakan performa ini menjadi modal berharga yang sangat krusial.
Tiga Lawan Ideal Skuad Garuda
Berikut tiga lawan ideal yang berpotensi dihadapi Timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2030:
1. Uni Emirat Arab (Pot 1)
Dari setim raksasa di pot 1, Uni Emirat Arab jadi lawan yang paling masuk akal buat diladeni skuad Garuda. UEA sendiri masih mengandalkan pemain dari liga lokal dan deretan pilar naturalisasi asal Brasil. Di sisi lain, amunisi Timnas Indonesia makin mengerikan berkat kehadiran para pilar berkelas Eropa. Kombinasi kokohnya Jay Idzes di Sassuolo, Kevin Diks di Borussia Mönchengladbach, hingga ketajaman Ole Romeny bersama Fortuna Sittard jelas siap bikin wakil Asia Barat itu kewalahan.
