RADARCIREBON.TV – Seorang perempuan berinisial Hj. Karningsih ditemukan meninggal dunia di rumahnya di wilayah Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, Kamis (24/9/2026) sore. Korban ditemukan suaminya, Dr. Edi, dalam kondisi tidak bernyawa di atas kasur. Peristiwa ini menggegerkan warga setempat dan langsung ditangani pihak kepolisian.
Kronologi Penemuan Korban
Peristiwa tersebut diketahui setelah korban sempat menghubungi adiknya, Sentot, melalui WhatsApp sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, korban meminta dibawakan bubur ayam. Sekitar pukul 16.50 WIB, Sentot datang membawa bubur. Namun, setelah mengetuk pintu dan tidak mendapat respons, bubur tersebut ditinggalkan di depan rumah.
“Korban sebelumnya sempat meminta bubur kepada adiknya melalui WhatsApp,” ujar Sekdes Babakan Gebang, Abi Fahmi. Sementara itu, Dr. Edi sebelumnya berangkat praktik sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah pulang lebih dari pukul 17.00 WIB, ia masuk ke rumah dan mendapati istrinya sudah meninggal dunia di atas kasur.
Baca Juga:472 Mahasiswa Baru Uniku Jalani Tes Urine BNN Kuningan, Hasilnya MengejutkanPemerintah Siapkan Rp93 Triliun Demi Kuliah Gratis di PTN, Bukan dari Danantara
“Suaminya pulang dan menemukan istrinya sudah meninggal di atas kasur,” kata Fahmi.
Kondisi Korban dan Olah TKP
Kondisi korban saat ditemukan cukup mengenaskan. Di atas kasur terlihat banyak darah. Namun, penyebab kematian maupun luka yang dialami korban masih dalam penyelidikan polisi. Dr. Edi kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Babakan. Petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.
Tim Inafis Polresta Cirebon tiba sekitar pukul 19.00 WIB dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah luka pada tubuh korban. Kasat Reskrim Polresta Cirebon Kompol Irfan Alireja mengatakan, pihaknya masih mendalami penyebab kematian korban. “Ditemukan beberapa luka, tetapi penyebab kematian belum dapat disimpulkan,” ujar Irfan.
Jenazah Dibawa ke RS Bhayangkara untuk Autopsi
Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara sekitar pukul 21.15 WIB untuk menjalani autopsi guna memastikan penyebab kematian. “Jenazah sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi. Olah TKP juga akan kami lanjutkan,” jelasnya.
Polisi masih melakukan pendalaman terhadap temuan luka, kondisi rumah, serta barang bukti di lokasi. Informasi mengenai kemungkinan adanya barang yang hilang juga masih diperiksa dan belum dapat dipastikan. Olah TKP lanjutan dijadwalkan dilakukan pada Jumat (25/9/2026). Hasil autopsi dan pemeriksaan lanjutan diharapkan dapat mengungkap penyebab kematian korban.
