Dari By Pass hingga Palimanan, Sampah Liar di Pantura Cirebon Dikuras DLH

Petugas membersihkan dan mengangkut sampah liar di sepanjang jalur Pantura Kabupaten Cirebon.
Dari By Pass hingga Palimanan, sampah liar di Pantura Cirebon dikuras DLH. (Foto: Ist/Rakyat Cirebon)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Sampah liar di sepanjang jalur Pantura Kabupaten Cirebon dikuras. Pembersihan dilakukan mulai dari kawasan By Pass hingga Palimanan. Sebanyak dua armada dump truck dikerahkan setiap hari. Pembersihan sampah liar dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Enam Titik Jadi Sasaran Pembersihan

Kegiatan sudah berlangsung selama dua hari, mulai Kamis hingga Jumat (1-2/10/2026). DLH menyiapkan armada, sementara Kementerian PU menyediakan tenaga petugas kebersihan. Pembersihan dilakukan bertahap menyusuri jalur Cirebon-Palimanan. Kabid Pertamanan dan Kebersihan DLH Kabupaten Cirebon, Yanto, mengatakan pembersihan diawali dari kawasan Korem di jalur By Pass.

Dari titik tersebut, petugas bergerak menyusuri sejumlah lokasi yang ditemukan banyak tumpukan sampah hingga mencapai Palimanan. “Informasi dari petugas di lapangan, di hari kedua ini langsung sampai ke Palimanan. Kita start-nya dari Korem, By Pass,” kata Yanto.

Baca Juga:Anggota Wantimpres Digaji Rp76,5 Juta, Negara Keluarkan Hampir Rp2 Miliar SebulanPresiden Prabowo Reshuffle Kabinet Ketujuh Kalinya, Tapi Kenapa Dianggap Belum Efektif dan Efisien?

Sedikitnya ada enam titik yang menjadi perhatian. Keenam titik itu, volume sampahnya cukup banyak, yakni lampu merah Cideng, kawasan Kedawung, depan Ramayana, depan Arhanud Plumbon, pintu keluar Tol Plumbon, dan depan Griya Jamblang. “Paling menonjol ada di Cideng, depan Ramayana, dan pintu Tol Plumbon. Di sana banyak,” ujarnya.

Sampah yang dikumpulkan kemudian diangkut menggunakan dua dump truck untuk dibuang ke TPA Gunung Santri. Menurut Yanto, dua armada yang diturunkan setiap hari masih cukup untuk mengangkut sampah dari titik-titik yang menjadi sasaran pembersihan. “Alhamdulillah, ternyata cukup dengan dua dump truck,” katanya.

Sampah Liar Berpotensi Kembali Muncul

Namun, bersihnya jalur Pantura bukan berarti persoalan selesai. Sampah liar dinilai masih berpotensi kembali muncul setelah dibersihkan. “Namanya sampah liar, tetap saja. Hari ini kita kuras, kita bersihkan, besoknya pasti sudah numpuk lagi,” ungkap Yanto.

Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi semua pihak, terutama kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Pemerintah daerah diharapkan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap pelaku pembuangan sampah liar. Selain itu, sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan juga perlu terus digalakkan.

0 Komentar