Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet Ketujuh Kalinya, Tapi Kenapa Dianggap Belum Efektif dan Efisien?

Presiden Prabowo Subianto saat memimpin pelantikan pejabat baru di Istana Merdeka, Jakarta.
Presiden Prabowo reshuffle kabinet ketujuh kalinya, tapi kenapa dianggap belum efektif dan efisien? (Foto: Disway)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Presiden Prabowo Subianto kembali merombak jajaran Kabinet Merah Putih. Namun, reshuffle ketujuh ini disebut belum memenuhi harapan masyarakat yang menginginkan agar lebih efektif dan efisien. Pakar komunikasi politik Lely Arrianie menilai bahwa perombakan kali ini masih menyisakan sejumlah persoalan mendasar, terutama terkait kompetensi dan efisiensi anggaran.

Daftar Pejabat Baru yang Dilantik

Dalam reshuffle yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026), Presiden Prabowo melakukan beberapa perombakan. Sejumlah posisi strategis mengalami pergantian, mulai dari jabatan menteri, wakil menteri, hingga adanya pejabat baru. Berikut daftar pejabat baru yang dilantik:

– Bahlil Lahadalia kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM- Sugiono kini menduduki posisi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK)- Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan- Arrmanatha Nasir menjabat sebagai Menteri Luar Negeri- Muhammad Sarmuji resmi dilantik sebagai Menteri Perindustrian- Drajad Hari Wibowo menempati posisi sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian- Nurkholisoh Ibnu Aman menempati jabatan sebagai Wakil Menteri Keuangan- Luky Alfirman dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan- Muhammad Saleh Mustafa resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian- Irwan Meilano menduduki posisi sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan- Listyo Sigit Prabowo resmi menduduki jabatan Kepala Staf Kepresidenan- Deddy Prasetio resmi menjabat sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional- Nuzran Joher dilantik sebagai Ketua Ombudsman RI- Arianto Wibowo menempati jabatan sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan- Muhammad Fadil Imran juga menjabat Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa

Baca Juga:Bocah SD Pemalang Meninggal, Sempat Ungkap Dibully dan Dipukul Kakak KelasMantan Ketua KPU Bantah Aturan Ijazah Gibran Dibuat untuk Memuluskan Pencalonan

Mengapa Perombakan Kabinet Belum Memuaskan?

Guru Besar Komunikasi Politik LSPR, Lely Arrianie, mengatakan reshuffle ketujuh Prabowo ini belum memenuhi harapan masyarakat yang menginginkan agar Kabinet Merah Putih lebih efektif dan efisien. Efektif artinya, orang-orang yang dipilih sebagai menteri adalah mereka yang memang memiliki latar belakang profesional, bukan semata orang titipan partai. “Seperti yang kita tahu, ada pejabat yang menurut masyarakat tidak lagi layak dan kompeten, tapi hanya digeser saja ke tempat lain,” ujar Lely Arrianie kepada BBC News Indonesia, Kamis (1/10/2026).

0 Komentar