Sekda Cirebon Punya Cerita soal UMKM dan Produk Belalang: Dulu Terkendala Kirim Barang

sekda kota cirebon Dr.ling
Sekda Kota Cirebon Dr. Iing Daiman berbagi cerita soal UMKM produk belalang yang dulu terkendala pengiriman. | Foto: disway
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Dr. Iing Daiman, punya pengalaman panjang mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebelum menjabat sebagai Sekda Kota Cirebon, Iing pernah menjadi kepala dinas yang membidangi UMKM. Dia juga terlibat dalam pengelolaan Mall UKM di Jalan Sipto Mangunkusumo, Cirebon.

Dari pengalaman tersebut, Iing melihat bahwa persoalan UMKM tidak hanya berhenti pada kualitas produk atau kemampuan memasarkan barang. Akses terhadap layanan pendukung, termasuk pengiriman, juga menjadi bagian penting agar produk UMKM bisa menjangkau konsumen.

Iing menceritakan salah satu pengalamannya ketika masih menangani UMKM. Saat itu, terdapat konsumen yang ingin membeli produk olahan UMKM binaan Bank Indonesia dari Majalengka. Produk tersebut berupa olahan jangkrik atau belalang yang dipasarkan sebagai salah satu produk UMKM. Konsumen tersebut ingin membeli produk secara online, tetapi terkendala kendaraan untuk mengambil barang.

Baca Juga:Bupati Imron Dorong UMKM Cirebon Perkuat Pemasaran – VideoSemangat Lokal ke Panggung Internasional: PLN Fasilitasi UMKM Binaan di GBK pada FIFA ASEAN Cup 2026

“Waktu itu mereka minta mungkin tidak dikirim secara online karena yang bersangkutan tidak ada kendaraan dan sebagainya,” kata Iing dalam wawancara di sela acara Kota Masa Depan #BeraniDigital di Cirebon, Kamis (1/10/2026).

Persoalan tersebut kemudian dibicarakan bersama pihak Grab yang saat itu juga telah beberapa kali menggelar kegiatan di Mall UKM, termasuk pelatihan digital marketing. Menurut Iing, pengalaman tersebut menunjukkan bagaimana layanan digital dapat menjadi penghubung antara pelaku UMKM dan konsumen.

“Bagi pemerintah, Grab ini bukan siapa-siapa, Grab adalah mitra betul-betul pemberdayaan termasuk pelayanan dari UMKM yang ada,” ujarnya.

Iing menilai transformasi digital juga mengubah fungsi perangkat yang sehari-hari digunakan masyarakat. Menurutnya, telepon seluler tidak lagi hanya digunakan untuk berkomunikasi, tetapi dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas usaha.

“Transformasi digital yang diinisiasi oleh teman-teman Grab ini sekiranya membawa bahwa handphone itu tidak hanya untuk chattingan, tetapi juga untuk pelayanan yang luar biasa,” katanya.

Di sisi lain, Iing berharap program digitalisasi UMKM tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurut dia, pendampingan secara berkelanjutan dibutuhkan agar pelaku usaha benar-benar dapat merasakan manfaat dari teknologi.

0 Komentar