Siswa SMKN 1 Mundu Hilang di Selat Makassar – Video

Siswa SMKN 1 Mundu Hilang di Selat Makassar
0 Komentar

Praktik kerja lapangan di kapal penangkap ikan berujung petaka. Seorang siswa SMK Negeri Satu Mundu Kabupaten Cirebon, hilang di perairan Selat Makassar saat operasi tangkap ikan. Empat anak buah kapal sempat terjun untuk menolong dan meraih tangan korban, namun tubuh korban kembali terseret ke dalam laut.

Hilangnya Reyhan, siswa kelas dua SMK Negeri Satu Mundu Kabupaten Cirebon, menjadi kabar duka bagi keluarga dan pihak sekolah. Reyhan dilaporkan hilang di perairan Selat Makassar, saat menjalani praktik kerja lapangan di kapal penangkap ikan Putra Haji Mashudi. Tim SAR gabungan langsung melakukan proses pencarian korban sejak Kamis pagi disekitar Selat Makassar.

Pihak sekolah membenarkan siswa atas nama Reyhan Hermansyah hilang saat menjalani PKL bersama delapan belas siswa lainnya. Menurut keterangan yang diterima, Reyhan diduga tersangkut jaring yang tengah diturunkan saat kapal melakukan operasi tangkap ikan.

Baca Juga:Lahan Dekat Pemukiman Warga Desa Ilir Terbakar Hebat – VideoPolres Kuningan Ungkap Curanmor di Kecamatan Darma – Video

Empat A-B-K sempat terjun ke laut untuk memberikan pertolongan, bahkan sempat meraih tangan Reyhan. Namun, bobot pemberat jaring diduga membuat tubuh korban ikut terseret ke dalam laut. Pihak kapal kemudian menarik kembali jaring, tetapi Reyhan tak lagi terlihat di permukaan.

Sementara, kabar hilangnya Reyhan kemudian sampai ke Pemerintah Desa Japura Lor, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon. Pada Kamis malam, perwakilan sekolah, pihak kapal, hingga tim SAR dari Kabupaten Pati datang ke desa untuk menyampaikan informasi terkait peristiwa ini.

Pihak desa pun meneruskan kabar tersebut kepada keluarga. Tak ayal, kabar hilangnya Reyhan membuat keluarga terpukul, terlebih sang ibu yang terus menangis mengetahui anaknya hilang di laut.

Dilain sisi, Reyhan telah menjalani PKL sejak April, dengan mengikuti kapal yang berangkat dari Pelabuhan Pati, Jawa Tengah. Masa praktik kerjanya dijadwalkan berakhir pada akhir Oktober mendatang, dan Reyhan sedianya akan segera kembali ke rumah. Hingga Jumat siang, petugas SAR gabungan bersama sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian masih melakukan pencarian. Pihak desa terus berkoordinasi dengan sekolah dan tim SAR, serta berharap Reyhan segera ditemukan.

0 Komentar