Perumda Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon berpeluang menambah ribuan pelanggan dari wilayah kabupaten yang selama ini dilayani PDAM Kota Cirebon. Namun, rencana pengalihan pelayanan tersebut masih terkendala persoalan nilai aset yang membutuhkan biaya besar.
Perumda Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon masih memiliki pekerjaan rumah untuk memperluas cakupan pelayanan air bersih, termasuk menggarap potensi pelanggan di wilayah administratif Kabupaten Cirebon yang hingga kini dilayani PDAM Kota Cirebon.
Tercatat sekitar delapan ribu hingga sepuluh ribu pelanggan di sejumlah kecamatan dan desa masih menjadi pelanggan PDAM Kota Cirebon, meskipun secara administratif berada di wilayah Kabupaten Cirebon.
Baca Juga:Diduga Gagal Salip Kontainer, Pelajar Tewas Kecelakaan – VideoTJSL PNM Bangun Sumur Bor dan MCK di Matangaji – Video
Wilayah tersebut di antaranya Kedawung, Talun, Kepompongan, Pilang, hingga kawasan Tuparev. Pelayanan oleh PDAM Kota Cirebon berlangsung sejak awal pengembangan jaringan air bersih dan masih bertahan hingga saat ini.
Upaya pengalihan pelayanan sebenarnya telah dibahas beberapa tahun lalu, melibatkan PDAM Kota Cirebon dan Komisi Dua DPRD. Namun, realisasinya masih terganjal sejumlah persoalan, terutama terkait nilai aset yang harus diselesaikan apabila pengelolaan dialihkan ke PDAM Kabupaten Cirebon.
Besarnya cakupan wilayah dan jumlah pelanggan membuat nilai aset yang harus diselesaikan diperkirakan membutuhkan anggaran besar. Karena itu, diperlukan solusi bersama antar pemerintah daerah agar rencana pengalihan pelayanan tidak terus berhenti pada tahap pembahasan.
Selain memperluas pelayanan ke wilayah yang belum terjangkau, penyelesaian persoalan pengalihan pelanggan dinilai menjadi langkah strategis untuk mendorong perluasan akses air bersih di Kabupaten Cirebon.
