Suasana mencekam mewarnai RS Siloam Putera Bahagia Kota Cirebon, Selasa petang. Orang tua berdatangan membawa anak mereka yang mengeluhkan mual, muntah hingga diare usai menyantap Makan Bergizi Gratis atau MBG. Lonjakan pasien membuat IGD rumah sakit penuh, sehingga sejumlah siswa harus dirujuk ke RST Ciremai.
Suasana panik terlihat di RS Siloam Putera Bahagia, Kota Cirebon, Selasa petang. Orang tua berdatangan dengan wajah cemas, membawa anak-anak mereka yang mengalami mual, muntah hingga diare. Kedatangan pasien terus berlanjut, membuat suasana instalasi gawat darurat semakin padat. Sejumlah siswa dari tiga sekolah di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, dilaporkan mengalami keluhan serupa setelah mengonsumsi MBG.
Kekhawatiran orang tua bertambah ketika mengetahui bukan hanya anak mereka yang jatuh sakit. Para siswa diduga mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu sayur sop dan telur puyuh yang dibagikan melalui SPPG di wilayah Kalijaga.
Baca Juga:Sukalila Berubah, Rencana Pembangunan Jembatan Muncul Dipertengahan Jalan – VideoDiduga Keracunan Menu MBG, Puluhan Siswa Alami Mual dan Muntah – Video
Kondisi semakin padat ketika pasien terus berdatangan. Kapasitas IGD RS Siloam yang penuh membuat sejumlah siswa harus dirujuk ke RST Ciremai untuk mendapatkan penanganan medis. Forkopimda Kota Cirebon yang datang langsung mengkoordinasikan berbagai rumah sakit untuk optimalisasi penanganan ratusan orang yang terdampak MBG.
Sementara, memastikan SPPG 05 Kalijaga akan disuspend selama tiga puluh hari kedepan, imbas dari keracunan yang terjadi akibat dugaan mengkonsumsi sop telur puyuh yang ada dalam menu MBG pada tanggal 20 Oktober kemarin.
Treking ke sekolah lain juga dilakukan, karena SPPG 05 Kalijaga Kota Cirebon membuat 2500 porsi lebih untuk siswa, balita, orang tua hingga ibu hamil. KPPG Cirebon juga mengklaim seluruh biaya pengobatan ditanggung seluruhnya oleh BGN.