Korban dugaan keracunan makan bergizi gratis atau MBG di Kota Cirebon, masih berdatangan ke sejumlah rumah sakit. Para korban mengeluhkan mual, pusing, muntah hingga diare setelah mengonsumsi MBG pada Selasa kemarin. Hingga Rabu siang, belasan pasien masih menjalani perawatan di RSD Gunung Jati.
Penanganan korban dugaan keracunan makan bergizi gratis di Kota Cirebon masih berlangsung. Sejumlah pasien anak hingga orang dewasa terus berdatangan ke unit gawat darurat rumah sakit dengan keluhan mual, pusing, muntah hingga diare. RSD Gunung Jati Cirebon tercatat menerima 66 pasien, mulai dari anak usia taman kanak-kanak hingga guru sekolah, bahkan karyawan SPPG Kalijaga Lima juga diduga turut terdampak.
Para korban diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu sop telur puyuh yang didistribusikan SPPG ke sejumlah sekolah hingga posyandu. Hingga Rabu siang, belasan pasien masih menjalani perawatan di RSD Gunung Jati. Sementara, puluhan korban lainnya diperkirakan masih dirawat di sejumlah rumah sakit berbeda.
Baca Juga:Sukalila Berubah, Rencana Pembangunan Jembatan Muncul Dipertengahan Jalan – VideoDiduga Keracunan Menu MBG, Puluhan Siswa Alami Mual dan Muntah – Video
Di RSD Gunungjati Kota Cirebon sendiri hingga siang tadi korban dugaan keracunan MBG masih berdatangan dengan diantar oleh ambulans. Observasi awal dilakukan tim kesehatan di ruang instalasi gawat darurat, guna memastikan kondisi pasien usai menyantap menu makanan MBG dan muncul gejala pusing, mual, hingga muntah muntah.
Sementar, membludaknya pasien sempat membuat penanganan darurat disejumlah rumah sakit meningkat. Belasan ambulans dikerahkan untuk membantu evakuasi dan merujuk pasien ke fasilitas kesehatan yang tersedia. Di RSD Gunungjati sendiri, sedikitnya ada sebelas pasien yang menjalani rawat inap, dan lebih dari delapan orang menjalani observasi termasuk salah seorang guru taman kanak kanak.
Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Termasuk menanti hasil uji laboratorium yang sudah dikirimkan ke Bandung oleh Dinas Kesehatan Kota Cirebon.