Keberadaan tempat hiburan malam, atau THM di kawasan Tuparev, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, kembali menjadi perhatian. Perkembangan kawasan tersebut sebagai pusat bisnis dinilai perlu diimbangi dengan pengawasan yang lebih ketat, terutama terkait kepatuhan perizinan, ketentuan operasional, hingga potensi dampak sosial terhadap lingkungan sekitar. DPRD Kabupaten Cirebon pun mendorong pengawasan yang lebih optimal agar aktivitas usaha tetap berjalan sesuai aturan.
Keberadaan tempat hiburan malam, atau THM di kawasan Tuparev, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, kembali menjadi perhatian. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Raden Hasan Basori, menilai keberadaan tempat hiburan malam tidak bisa dilepaskan dari perkembangan Tuparev sebagai kawasan urban dan pusat aktivitas ekonomi. Meski demikian, perkembangan bisnis tersebut harus tetap berada dalam koridor hukum, sehingga seluruh pelaku usaha wajib mematuhi perizinan dan ketentuan operasional yang berlaku.
Ia menekankan, pengawasan tidak cukup hanya melalui penindakan ketika ditemukan pelanggaran, tetapi juga harus dilakukan secara rutin dan terencana, disertai koordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk memastikan aktivitas usaha berjalan sesuai regulasi.
Baca Juga:IGD RS Siloam Membludak, Pasien Keracunan MBG Dirujuk ke RS Lain – VideoKorban Keracunan MBG Terus Berdatangan ke Rumah Sakit – Video
Selain persoalan perizinan dan ketertiban umum, potensi keterlibatan pelajar dan mahasiswa dalam aktivitas hiburan malam turut menjadi perhatian. Ia mengingatkan, generasi muda perlu berada dalam lingkungan pergaulan yang sehat dan positif. Karena itu, pengawasan dinilai penting untuk mencegah potensi pelanggaran sekaligus menjaga lingkungan sosial yang mendukung perkembangan generasi muda.
Menurutnya, apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku, Satpol PP harus mengambil tindakan sesuai kewenangannya. Langkah tersebut perlu diimbangi dengan pemeriksaan berkala dan evaluasi terhadap aktivitas usaha, sehingga pengendalian tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat berjalan secara konsisten dalam menjaga ketertiban di kawasan Tuparev.
Meski meminta pengawasan diperkuat, ia menilai moratorium atau penghentian sementara penerbitan izin usaha hiburan malam belum menjadi kebutuhan mendesak. Ia menegaskan, prioritas saat ini adalah meningkatkan intensitas pengawasan, memperkuat pengendalian, serta memastikan seluruh pelaku usaha menjalankan kegiatan sesuai aturan. Dengan demikian, perkembangan kawasan bisnis tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan ketertiban umum, dan perlindungan generasi muda.