Penanganan korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis atau MBG di Kota Cirebon terus berjalan. Setelah menjalani perawatan selama tiga hari, sejumlah pasien dilaporkan membaik dan sebagian sudah diperbolehkan pulang.
Koorinator wilayah SPPG Kota Cirebon bertemu dengan orangtua korban keracunan MBG di Rumah Sakit Siloam Putera Bahagia, sekaligus menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Setelah mendapatkan penanganan medis selama tiga hari, sejumlah pasien di RS Siloam kini sudah diperbolehkan pulang.
Koordinator wilayah SPPG Kota Cirebon, Yoga Adijaya menegaskan SPPG telah berkoordinasi dengan rumah sakit dan Dinas Kesehatan untuk memastikan penanganan pasien berjalan baik.
Baca Juga:Karhutla Gunung Ciremai Masih Sisakan 3 Titik Api – VideoKarhutla Ciremai, Pemprov Jabar Siapkan Opsi Water Bombing – Video
Yoga juga memastikan seluruh biaya pengobatan pasien terdampak ditanggung SPPG seluruhnya. Korwil SPPG Kota Cirebon juga hingga saat ini masih menunggu hasil investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian sebelum menentukan langkah evaluasi lebih lanjut.
Sebagai langkah pencegahan, Korwil SPPG Kota Cirebon akan melaksanakan pengawasan terhadap standar operasional prosedur atau SOP. Yoga menyebut, pimpinan juga telah mengarahkan agar SPPG tidak lagi membeli bahan baku yang sudah diolah di luar dapur, dan menekankan seluruh proses pengolahan bahan makanan untuk dilakukan langsung di SPPG.
Direktur Rumah Sakit Siloam Putera Bahagia, dokter Ervina menjelaskan, pasien yang datang ke ruang emergensi langsung mendapatkan penanganan sesuai kondisi masing-masing. Dengan penanganan meliputi triase, pemberian obat melalui injeksi, infus bagi pasien yang membutuhkan, hingga pemeriksaan darah di laboratorium.
Sedangkan gejala yang paling banyak dialami pasien yaitu mual, muntah dan diare.
Sementara, dari total sembilan puluh pasien yang ditangani di RA Siloam, tiga puluh tiga diantaranya menjalani rawat jalan, sedangkan pasien lainnya sempat menjalani rawat inap, dengan sembilan belas pasien masih dirawat.
Langkah cepat penanganan kasus keracunan MBG ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan proses penyiapan makanan, sekaligus mencegah terulangnya kejadian serupa.