Karhutla Gunung Ciremai Masih Sisakan 3 Titik Api – Video

Karhutla Gunung Ciremai Masih Sisakan 3 Titik Api
0 Komentar

Dari pantauan BTNGC, kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai Kabupaten Kuningan diperkirakan masih menyisakan 3 titik api berdasarkan pemantauan Kamis sore. Akses yang sulit dan terbatasnya sumber air menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.

PKG, kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai Kabupaten Kuningan. Dari pantauan BTNGC, diperkirakan masih tersisa 3 titik api, berdasarkan pemantauan Kamis sore. Akses yang sulit dan terbatasnya sumber air menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai Toni Anwar menyebutkan, berdasarkan pemantauan sekitar pukul 16.00 WIB, terdapat 3 titik api yang masih terpantau, berkurang dari laporan sebelumnya yang mencatat 5 titik api.

Baca Juga:IGD RS Siloam Membludak, Pasien Keracunan MBG Dirujuk ke RS Lain – VideoKorban Keracunan MBG Terus Berdatangan ke Rumah Sakit – Video

Lokasi kebakaran berada di sejumlah blok kawasan hutan, di antaranya Cipariuk, Karang Dinding, dan BSB atau sekitar Bukit Seribu Bintang.

Sulitnya akses membuat petugas gabungan harus berjalan kaki lebih dari 1 kilometer untuk mencapai titik kebakaran, sementara ketersediaan air yang terbatas membuat pemadaman dilakukan secara manual.

Untuk meningkatkan efektivitas penanganan, posko khusus kebakaran di wilayah Pasawahan direncanakan dibentuk pada Jumat 23 esok, posko ini akan mengoordinasikan petugas dan unsur terkait, termasuk pengaturan personel serta dukungan logistik.

Terkait rencana water bombing, Toni menjelaskan pemetaan lokasi dijadwalkan pada Jumat oleh unsur Pangkalan TNI Angkatan Udara dan Mabes TNI, salah satu titik pengambilan air yang dirancangkan berada di kawasan Cipariuk, namun pelaksanaan pemadaman melalui udara masih menunggu perkembangan persiapan.

Mengenai penyebab kebakaran, Balai TNGC belum dapat memastikan apakah dipicu faktor alam, kelalaian, atau kesengajaan. Toni menyebutkan penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan dengan melibatkan aparat yang berwenang. Untuk sementara, proses pemadaman menjadi fokus utama saat ini.

Vegetasi yang terbakar disebut didominasi semak belukar, meski demikian dampak terhadap ekosistem kawasan konservasi tetap menjadi perhatian, Balai TNGC juga menyebut lokasi tersebut pernah mengalami kebakaran sebelumnya.

Hingga keterangan disampaikan, luas area terdampak kebakaran masih dalam proses pendataan BTNGC. Langkah ini diperlukan untuk memastikan cakupan area terdampak dan perkembangan titik api.

0 Komentar