Pasien kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis di Kota Cirebon, tembus hingga 432 orang. Meski jumlah korban terus bertambah, jumlah pasien yang masih menjalani rawat inap menurun drastis, tersisa 18 orang berdasarkan pembaruan data dari Dinas Kesehatan.
Ratusan warga Kota Cirebon diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis. Berdasarkan data terbaru Dinas Kesehatan Kota Cirebon, jumlah warga terdampak mencapai 432 orang.
Meski jumlah pasien terdampak keracunan MBG bertambah, namun kabar baiknya jumlah pasien yang masih menjalani rawat inap terus menurun, dari 66 orang pada Jumat siang menjadi 18 orang pada sore hari.
Baca Juga:BGN Tanggung Biaya Pengobatan Dugaan Keracunan MBG di Kota Cirebon – VideoPedagang Pasar Kanoman Sampaikan Aspirasi ke Perumda Pasar – Video
Dari jumlah pasien keracunan MBG, sebanyak 14 pasien masih dirawat di Rumah Sakit Siloam Putera Bahagia, sedangkan empat pasien lainnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Panti Adi Dharma. Penurunan jumlah pasien rawat inap menunjukkan sebagian korban telah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatannya membaik.
Meski demikian, Dinas Kesehatan masih terus memantau perkembangan korban dan memperbarui data dari sejumlah fasilitas kesehatan.
Sementara, hingga saat inu penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan sample menu makanan, muntahan hingga feses pasien di laboratorium. Dinas Kesehatan Kota Cirebon juga terus mendata dan memonitoring sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan, untuk mendata jika ada lagi masyarakat yang terdampak MBG.
Pasalnya, menurut Kepala Dinas Kesehatan Siti Maria Listiawaty, masa inkubasi kuman dan bakteri berbeda beda, daya tahan dan metabolisme tubuh penerima manfaat MBG juga tidak sama. Namun, Dinas Kesehatan Kota Cirebon memastikan seluruh pasien terdampak keracunan MBG akan mendapatkan penanganan medis secara optimal disetiap fasilitas kesehatan.