RADARCIREBON.TV – Jika biasanya tanggal 11.11 atau 11 November menjadi hari di mana banyak promo belanja, rupanya ada perayaan lainnya. Perayaan yang di maksud yakni Hari Jomblo Sedunia yang di rayakan oleh para lajang di berbagai belahan dunia.
Perayaan ini seolah menjadi tanding dari Valentine’s Day yang merupakan perayaan bagi pasangan. Maka dengan perayaan ini, lajang pun bisa merayakannya dengan sukacita dan tentunya dapat berbangga pada dirinya sendiri.
Perayaan unik ini juga seolah menjadi momentum untuk para lajang agar merayakan kehidupannya sebagai seorang lajang dengan cara yang positif.
Baca Juga:Simak, Hasil Draw Turnamen Korea Masters 2023 di Semifinal! Ada Wakil Indonesia yang Akan Bertanding Melawan Wakil dari JepangCatat Nih! Deretan Film Terbaru di November 2023 Buatmu Si Pecinta Film, Jangan Sampai Kelewatan!
Lantas bagaimana awal mulanya perayaan ini dapat tercetus? Simak asal-usulnya berikut ini.
Asal-usul
Bukan tanpa alasan perayaan ini tiba-tiba muncul begitu saja. Namun di balik asal-usulnya ini, rupanya juga menjadi asal-usul dari hari belanja online yang juga muncul di tanggal 11 November.
Konon, perayaan ini menjadi hari libur komersial di China. Tujuannya yakni agar para lajang bisa menunjukkan kebanggaan terhadap diri mereka sendiri. Berawal dari seorang mahasiswa di Universitas Nanjing China yang kala itu memilih 11 November.
Pada tanggal 11 November yang kemudian di tetapkan menjadi Hari Jomblo Sedunia karena pada tanggal itu, terdapat bentuk dua tongkat. Hal itu dianggap sebagai simbol perayaan untuk tidak meratapi jika kondisi masih lajang.
Kemudian, perayaan pun berkembang menjadi hari libur tidak resmi yang di nikmati oleh para lajang di China. Para lajang tersebut pun akan menikmati berbagai aktivitas yang menyenangkan, seperti berbelanja.
Dengan permulaan tersebut, menjadi dampak yang positif bagi industri bisnis. Tentunya pelaku bisnis melihat peluang yang besar dan memanfaatkannya untuk menjual lebih banyak produk dan menandai hari tersebut dengan memberikan diskon.
Rupanya, diskon yang di obral oleh pelaku bisnis mampu menarik antusias para konsumen. Kemudian bos Alibaba Group pun membuat strategi penjualan di hari perayaan ini. Berbagai item pun mampu terjual, mulai dari peralatan rumah hingga properti seperti apartemen.
