RADARCIREBON.TV – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi angkat bicara soal kegaduhan di Kabupaten Pati buntut kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang menyentuh angka mencengangkan 250 persen.
Bukan pujian yang datang dari sang gubernur melainkan teguran halus yang menusuk lebih tajam dari kritik di kolom media sosial.
Dalam pernyataannya Luthfi tak ragu menyebut bahwa setiap kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak tak bisa main gas tanpa rem.
Baca Juga:Jateng Sudah Jalankan Aglomerasi! Gubernur Jateng Dijuluki 'Bapak Inisiator Aglomerasi: Prestasi NyataProduk Jateng Tembus Dunia! Gubernur Ahmad Luthfi Lepas Ekspor Bus Karoseri Laksana ke Sri Lanka
“Kebijakan itu harus dikomunikasikan secara masif dan menyeluruh ke masyarakat. Jangan sampai ada mis komunikasi, niatnya baik tapi eksekusinya tidak pas,” katanya dengan nada diplomatis yang menyimpan sindiran menohok.
Sindiran itu bukan tanpa alasan. Sebab masyarakat Pati saat ini tengah kebingungan bahkan kalang kabut menghadapi tagihan PBB yang melonjak tiga kali lipat.
Di desa banyak warga yang mendadak merasa seperti tinggal di kawasan elit meski nyatanya masih harus melintasi jalanan berlubang dan sawah becek.
Naiknya pajak tanpa peningkatan pelayanan publik tentu saja menimbulkan pertanyaan besar Apakah rakyat diminta membayar mahal hanya untuk melihat angka di kuitansi
“Saya sudah minta Bupati Pati untuk melakukan evaluasi, harus dikaji ulang dan dievaluasi” tegas Luthfi sambil menyisipkan pesan penting bahwa kebijakan publik bukan ajang eksperimen yang bisa dilakukan tanpa mempertimbangkan daya tahan rakyat.
Ia menyoroti bahwa kemampuan ekonomi masyarakat adalah hal utama yang harus dilihat bukan sekadar mengejar target pendapatan daerah.
Dan yang lebih menyentuh adalah pernyataannya bahwa pajak itu dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat.
Baca Juga:Satori Ngoceh! Sebut Anggota Komisi XI Terima Program Sama Dari BI OJK! KPK: Satori Bangun Showroom!Kebangetan! Tottenham Hotspur Bukan Lawan Sepadan Untuk Bayern Munchen. Vicario Dibobol 4 Gol Tanpa Balas!
Sebuah kutipan yang seharusnya dipahat di pintu kantor pajak dan dibaca setiap pagi oleh para pejabat daerah sebelum menggoreskan pena pada surat keputusan.
Pesan Luthfi sederhana tapi dalam tak semua niat baik layak dilaksanakan tanpa komunikasi yang baik. Dalam situasi seperti ini Gubernur Ahmad Luthfi hadir sebagai suara akal sehat di tengah hiruk pikuk kebijakan kontroversial.
Di saat warga bertanya-tanya kenapa harga tanah bisa naik tapi bukan karena pembangunan melainkan karena keputusan sepihak dari Bupati.
