Warga Sumur Hoe mengeluhkan dampak TPA Kopi Luhur dan berharap masalah bau dan debu segera diatasi.
Tidak hanya warga Sumurwuni dan Palinggihan, dampak TPA Kopi Luhur juga mulai dirasakan oleh warga Kampung Sumur Hoe, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Ketua RT 02 Nazmudin mengungkapkan bahwa sejumlah warga kerap mengeluh terhadap aroma tak sedap dan debu tanah yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Meskipun tidak terkena dampak seberat dua wilayah tetangga, warga Sumur Hoe merasa lingkungannya kian tidak nyaman. Aroma tak sedap yang menyeruak dari TPA Kopi Luhur sering menjadi keluhan warga. Sejumlah ibu rumah tangga mengaku terganggu ketika melakukan aktivitas harian, bahkan saat berada di dalam rumah.
Baca Juga:Pagelaran Sandiwara Dalam Sedekah Bumi Desa Kertawinangun – VideoMasyarakat Bersihkan Aliran Sungai Agung Yang Dangkal – Video
Nazmudin menjelaskan, tidak hanya bau, kepulan tanah yang menyelimuti sepanjang Jalan Kopi Luhur juga membuat warga kian resah. Kerak tanah yang bergumpal dengan sampah plastik di tengah jalan menjadikan kawasan ini tampak kumuh dan tidak layak.
Situasi bertambah rumit dengan lalu lalang truk-truk sampah yang hampir tiada henti masuk dan keluar dari area TPA. Getaran dan debu yang ditinggalkan semakin menyulitkan aktivitas warga.
Kondisi ini, menurut Nazmudin, sudah saatnya mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Warga tidak hanya butuh janji perbaikan, melainkan solusi nyata yang membuat lingkungan kembali nyaman untuk ditinggali.